SERINGKALI saya mendengar orang berkata,
“Jika mau rezekinya dijamin oleh Allah, maka jangan pernah tinggalkan shalat
Dhuha.” Bagi saya, yang masih banyak dosa dan maksiat, merasa terpanggil.
Benarkah shalat Dhuha jika dikerjakan terus menerus rezekinya akan dijamin oleh
Allah?
Karena penasaran, saya pun berusaha mencari
beberapa sumber untuk menguak ada hikmah besar apa sebenarnya dibalik shalat
Dhuha itu. Sebagai seorang muslim yang insya Allah mukmin (beriman), maka
siapakah yang tidak ingin mendapatkan jaminan rezeki dari Allah, Tuhan Yang
Maha Pencipta?
Benarlah kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bahwa dalam Islam, segala kebaikan akan mendapatkan balasan setimpal;
balasan dunia, juga balasan akhirat. Dari Ibnu ‘Abbâs radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya
Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian
menjelaskannya. Siapa berniat melakukan kebaikan tapi dia tidak (jadi)
melakukannya, Allah tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di
sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allah
menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat
sampai kelipatan yang banyak. Siapa berniat berbuat buruk tapi dia tidak jadi
melakukannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang
sempurna. Dan Siapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka
Allah menuliskannya sebagai satu kesalahan.” (HR. al-Bukhâri dan Muslim).
Shalat Dhuha adalah salah satu ibadah yang
sangat baik dalam Islam jika bisa dilakukan seorang muslim dengan kesungguhan,
khusyuk dan istiqamah. Allah, akan membalas setiap ibadah yang dilakukan
hamba-Nya, temasuk ibadah shalat Dhuha.
Seorang ulama bernama Sayid Muhammad bin Alwi
al-Maliki dalam bukunya Khasais
al-Ummah al-Muhamadiyah, menulis
tentang banyak keutamaan shalat Dhuha yang dijanjikan Allah Ta’ala kepada
setiap hamba-Nya yang mengerjakannya. Keutamaan-keutamaan shalat Dhuha itu
antara lain sebagai berikut.
Pertama, siapa yang
menunaikan shalat Dhuha ia tergolong
sebagai orang yang bertaubat kepada Allah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda, “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat
Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).
Masya Allah, orang yang senantiasa
mengerjakan shalat Dhuha, maka dia dianggap dalam golongan orang-orang yang
telah bertaubat atas segala dosa dan kesalahannya. Ini artinya, ia Allah akan
menjamin rezekinya di dunia termasuk rezeki akhirat (Surga).
Kedua, orang yang shalat Dhuha akan diampuni
dosa-dosanya oleh Allah. “Siapa
yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya
walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR.
Turmudzi). Ya Allah, muslim manakah di dunia ini yang tak ingin segala dosa dan
kesalahannya diampuni oleh-Mu.
Ketiga, orang yang
menunaikan shalat Dhuha akan dicatat
sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Siapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia
tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya
sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah.
Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu.
Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang
yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah
akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).
Keempat, orang yang
mengerjakan shalat Dhuha ia telah
mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang
badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah,
setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir
adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang
mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah
mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).
Kelima, orang yang
istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan
masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya
di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah
tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa
hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian.
Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR.
At-Thabrani).
Keenam, Allah
menyukupkan rezekinya. “Wahai
anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali
harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).
Ketujuh, Allah
Subhanahu Wa Ta’ala menjaga orang yang shalat Dhuha empat rakaat pada hari
tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam hadis. Dari Abu Dardaa’ atau Abu Dzar,
dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dari Allah Subhanahu wa
Ta’alabahwa Allah berfirman, “Wahai
Bani Adam, shalatlah untuk-Ku pada awal siang hari empat rakaat, niscaya Aku
menjagamu sisa hari tersebut.” (HR at-Tirmidzi, kitab Shalât, Bab: Mâ Jâ`a fi Shalât ad-Dhuha,
no. 475. Abu ‘Isa berkata: “Hadits hasan gharib”. Hadits ini dishahîhkan Ahmad Syakir dalam tahqiq beliau atas kitab at-Tirmidzi. Juga
dishahihkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan at-Tirmidzi, 1/147).
Mari hiasi hari-hari yang tersisa ini dengan
amal ibadah yang salah satunya adalah shalat Dhuha. Sebab dengan shalat Dhua
dua rakaat saja, itu artinya seorang mukmin sudah bersedekah kepada 360
persendian. Tentang hal sedekah terkait keutamaan lain dari shalat Dhuha ini,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sudah bersabda, “Dalam diri
manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya.”
Mereka bertanya, “Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi
Allah?” Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Memendam riak yang ada di masjid dan
menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalanan. Apabila tidak mendapatkannya,
maka dua rakaat shalat Dhuha mencukupkanmu.” (HR Abu Dawud no. 5242 dan dishahihkan oleh
Syaikh al-Albâni dalam kitab
Irwâa`ul-Ghaliil,
2/213 dan at-Ta’liq ar-Raghib, 1/235).
Itulah beberapa rahasia dahsyat shalat Dhuha
yang bisa dipetik oleh siapa saja dari umat Islam yang tulus melakukannya.
Merenungi setiap manfaat dari sebagian shalat Dhuha yang tertulis di atas,
sejatinya menjadikan kita (orang musilm yang mukmin) senantiasa termotivasi
untuk mengerjakannya entah itu dua rakaat, empat rakaat delapan rakaat atau
bahkan dua belas rakaat, wallahua’lam.


0 Komentar