![]() |
| Migran Afrika berenang di Laut Mediterania setelah perahu mereka tenggelam. (Foto: Reuters) |
Jenewa, Tsaqofah -
Lebih dari 1.600 orang migran dan pengungsi meninggal atau hilang di Laut
Mediterania, ketika mereka berusaha mencapai Eropa sejauh tahun ini.
Angka tersebut berdasarkan laporan Unperate Journeys UNCHR
yang dirilis pada Senin (3/9), demikian Al
Jazeera melaporkan.
Laporan itu mengungkapkan bahwa jumlah migran yang menyerang
telah menurun pesat di tahaun ini, tetapi jumlah kematian justru meningkat
berdasarkan persentase jumlah kedatangan, pelayaran yang dilakukan lebih
mematikan.
Menurut laporan itu, penyelundup manusia telah mengambil
risiko besar dalam perjalanan karena meningkatnya pengawasan.
Tahun lalu, sebanyak 2.276 orang meninggal ketika mencoba
menyeberang dari daratan Afrika menuju Eropa, ini mewakili satu kematian untuk
setiap 42 kedatangan.
Tahun ini, ada 1.095 kematian, atau satu dari setiap 18
kedatangan. Pada bulan Juni saja, proporsinya mencapai satu kematian untuk
setiap tujuh kedatangan. Sementara itu ada sekitar 500 orang hilang.
"Laporan ini sekali lagi menegaskan Mediterania sebagai
salah satu penyeberangan laut paling mematikan di dunia," kata Direktur Biiro
UNHCR untuk Eropa, Pascale Moreau.
"Dengan jumlah orang yang tiba di pantai Eropa turun,
ini bukan lagi ujian apakah Eropa dapat mengelola angka-angka, tetapi apakah
Eropa dapat mengumpulkan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa,"
tambahnya.
Orang yang bepergian ke Eropa terus terjadi dengan berbagai
alasan.
Sebagian orang terus melarikan diri dari konflik bersenjata
dan pelanggaran hak asasi manusia di negaranya, sementara yang lain mencari
perlindungan internasional karena penganiayaan agama, etnis, politik atau dari
berbagai bentuk kekerasan seksual atau berbasis gender. (minanews.net)


0 Komentar