![]() |
| Presiden AS Donald Trump. (Foto: Pablo Martinez Monsivais/AP) |
Washington, Tsaqofah - Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump membantah isu bahwa dia ingin membunuh Presiden Suriah Bashar
Al-Assad, klaim utama dalam sebuah buku baru yang ditulis oleh wartawan Washington Post, Bob Woodward.
"Itu bahkan tidak pernah direnungkan,"
kata Trump kepada wartawan di Oval Office
ketika dia bertemu dengan Emir Kuwait, Rabu (5/9).
Komentar Trump muncul ketika ia memperingatkan
Damaskus bahwa "dunia sedang menyaksikan" pasukan Suriah berkumpul di
tepi provinsi Idlib yang dikuasai oposisi, menimbulkan kekhawatiran akan
terjadinya bencana kemanusiaan.
"Karena dunia sedang menyaksikan. Itu tidak
bisa menjadi pembantaian. Jika itu adalah pembantaian, dunia akan menjadi
sangat, sangat marah. Dan Amerika Serikat akan sangat marah juga," kata
Trump, demikian yang dikutip dari MINA.
Dalam buku barunya yang berjudul "Fear: Trump in the White House",
Woodward menceritakan bahwa Presiden mengatakan kepada Menteri Pertahanan Jim
Mattis bahwa ia ingin membunuh Assad, setelah ia melakukan serangan kimia
terhadap warga sipil pada April 2017.
"Mari kita bunuh dia! Ayo masuk. Mari kita
bunuh mereka," kata Woodward mengutip Trump.
Dia menulis, Mattis mengatakan kepada presiden bahwa
dia akan "segera", tetapi kemudian kembali lagi dengan rencana untuk
serangan udara yang lebih terbatas.
Pendukung Trump dan Gedung Putih menganggap buku itu
sebagai cerita yang "dibuat-buat", dan dalam sebuah tweet pada Rabu pagi, Sang Presiden
bertanya-tanya mengapa Kongres tidak mengubah undang-undang tentang pencemaran
nama baik.
"Buku itu tidak ada artinya. Ini adalah karya
fiksi," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.
Ia menambahkan, Mattis dan Kepala Staf Gedung Putih
John Kelly telah mengeluarkan pernyataan yang menolak isi buku itu. (minanews.com)


0 Komentar