![]() |
| Perawat Razan Al-Najjar menangani korban luka dari demonstran Palestina di Gaza, 1 April 2018. (Foto: Ashraf Amra/APA) |
Gaza, Tsaqofah –
Mendapat dukungan dari Uni Eropa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menambah
persediaan obat-obatan trauma yang sangat dibutuhkan di Gaza dan memberikan
pelatihan langsung untuk staf kesehatan yang bekerja di garis depan Stabilisasi
Trauma Poin (TSP), Kamis (13/9).
Obat-obatan dan
pasokan medis untuk mengobati lebih dari 100.000 orang telah dikirim ke rumah
sakit dan TSP, mengisi kekosongan karena pasokan cepat berkurang akibat
meningkatnya jumlah korban yang terluka dalam aksi Great March of Return yang dimulai sejak 30 Maret 2018.
Berkoordinasi
dengan Kementerian Kesehatan dan Bulan Sabit Merah Palestina, WHO mendukung
peningkatan kapasitas lebih dari 60 petugas kesehatan di 10 TSP pada manajemen
darurat korban di Ruang Gawat Darurat.
"Peran petugas
kesehatan stabilitas trauma sangat penting," kata Dr Gerald Rockenschaub,
Kepala Kantor WHO untuk Gaza dan Tepi Barat. Demikian yang dikutip dari MINA.
“Staf kesehatan di
TSPs merupakan orang yang pertama melihat pasien yang terluka dan kemampuan
mereka untuk menyadarkan, menstabilkan, dan mengobati pasien dengan cedera
serius dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan pasien bertahan hidup
sebelum mereka dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan medis lebih lanjut,"
ujarnya.
Sejak 30 Maret
hingga awal September 2018, lebih dari 18.000 orang telah terluka selama
demonstrasi yang sedang berlangsung di Gaza. Dari jumlah ini, lebih dari 8.600
orang dirujuk dan langsung dibawa ke TSPs, dan hampir 9.500 dirujuk oleh
petugas kesehatan TSPs ke rumah sakit untuk perawatan khusus.
“Ketika saya
ditembak di kaki, saya dibawa ke pusat stabilisasi trauma terdekat yang
berjarak kurang dari lima menit. Dokter mengobati luka saya dan memastikan saya
cukup stabil untuk dibawa ke rumah sakit, tanpa perawatan medis segera untuk
menyelamatkan kaki saya. Kaki saga bisa rusak secara permanen,” kata Waleed,
salah satu dari ribuan orang Palestina yang dirawat di TSPs.
Seorang pengawas
operasi kemanusiaan Uni Eropa di Palestina, Michelle, mengatakan, sangat
penting bagi pihaknya memberikan perawatan yang menyelamatkan jiwa pasien dari
mulai cedera hingga saat mereka dibolehkan keluar dari rumah sakit. Ini
berfungsi untuk meningkatkan sistem kesehatan di Gaza secara keseluruhan.
Untuk memastikan
pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi terhadap penyediaan perawatan
trauma di Gaza, WHO telah membentuk Kelompok Kerja bidang trauma khusus dengan
partisipasi aktif dari mitra utama yang memberikan perawatan trauma di
sepanjang jalur tersebut.
Sub-kelompok trauma
lainnya, berfokus pada bidang-bidang seperti bedah dan rehabilitasi
rekonstruktif, menyatukan keahlian dan pengetahuan yang akan memastikan
perawatan darurat dan trauma yang berkualitas untuk semua korban. (minanews.net)


0 Komentar