Lampung, Tsaqofah - Sanad Tilawah merupakan salah cara memelihara keotentikan
bacaan atau hafalan Al-Quran yang harus dimiliki para alim.
Hal itu disampaikan oleh Imaam Yakhsyallah Mansur pada acara
peresmian Daurah Memperoleh Sanad Tilawah di Sekolah Tinggi SQABM, Ahad lalu di Muhajirun, Lampung.
"Sanad mutlak diperlukan bagi para alim, khususnya
sarjana Al Quran, agar keilmuannya bisa dipertanggung jawabkan secara
ilmiah," katanya kepada puluhan mahasiswa.
SQABM, menurutnya, berperan besar dalam membaca, memahami
dan mengimplementasikan nilai-nilai al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat,
sekaligus berfungsi dan berperan sebaga benteng terjadinya degradasi moral anak
bangsa.
Ketua Dewan Penasehat STSQABM itu mengatakan kelebihan sanad
Al Quran adalah bersambung hingga malaikat Jibril dan kepada Allah Swt,
sementara hadis hanya sampai Rasulallah.
STSQABM Mendunia
Sekolah Tinggi Shuffah Al-Quran Abdullah Ibnu Masud
(STSQABM) dipercaya menjadi rujukan pengambil Sanad Tilawah se-Asia.
"Alhamdulillah STSQABM dipercaya oleh satu lembaga
internasional di Gaza bernama Darul Quran yang menjadi rujukan para hufaz
sebagai pusat pengambilan sanad se-Asia Tenggara," kata Dewan Penasehat
STSQABM, Yakhsyallah Mansur.
Sementara itu, Wakil Ketua I bidang akademik, Lili
Sholehuddin menegaskan dalam upaya memelihara keaslian Tilawah Al-Quran STSQABM
telah memiliki dosen bersanad taraf internasional.
"Alhamdulillah kita dipercaya oleh satu lembaga besar
di Gaza, Darul Quran sebagai pusat
pengambilan sanad se-Asia Tenggara," katanya.
Pihaknya berharap kehadiran STSQABM di tengah masyarakat
dapat "menjadi primus inter pares dalam menghadirkan nilai-nilai al-Quran
di tengah-tengah masyarakat yg sedang mengalami sakit sangat parah dengan
munculnya berbaga krisis multidimensional". (Nur Rahmi)


0 Komentar