Ketua Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah Achmad Suud dalam pelatihan dan sertifikasi bagi 30 calon Dewan Pengawas Syariah (DPS) BTM
Tsaqofah.com, Palembang -- Induk Baitut Tamwil
Muhammadiyah (BTM) menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi 30 calon Dewan
Pengawas Syariah (DPS) BTM, akhir pekan ini. Langkah ini dilakukan untuk
mengembangkan sayap jaringan Baitut Tamwil Muhhammadiyah (BTM) di regional
wilayah Sumatra.
Ketua Induk BTM Achmad
Suud menyatakan kegiatan yang digelar bersama Kementerian Koperasi dan UKM dan
DSN MUI ini, diharapkan bisa untuk memenuhi salah syarat dalam mendirikan BTM
se regional Sumatera. Lebih lanjut, Ketua Induk BTM menambahkan, dengan adanya
pelatihan DPS di Palembang ini menjadi inspirasi bagi warga Muhammadiyah se
Sumatra untuk mengembangkan BTM dan sekaligus sebagai bagian dari Gerakan
Microfinance Muhammadiyah (GMM).
Apalagi, menurut
praktisi keuangan mikro Muhammadiyah itu, dalam mendirikan BTM di Sumatera
berbeda dengan daerah-daerah lain. Dimana di Sumatera perlu dorongan dan
dukungan yang kuat untuk membentuk jaringan BTM primer maupun
sekunder. "Itulah kenapa mengapa jaringan BTM se- Sumatera perlu dibangun
secara progresif,"ucapnya berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id,
Jumat (19/10).
Ia mengatakan
mendirikan BTM tak sekedar dipahami hanya masalah transaksi keuangan
saja, akan tetapi ada sisi normatif yang harus dipahami dan sifatnya
vital. Hal tersebut yaitu mewujudkan sistem keuangan syariah di lingkungan
Muhammadiyah. Oleh karena itu, ucap dia, sosialisasi yang tiada henti sangat
diperlukan bagi warga Muhammadiyah dan calon DPS BTM.
Ketua Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah (PWM)-Sumatra Selatan, Prof Dr H Romli SA, Ma Ag, mengungkapkan,
ada kelebihan tersendiri dalam mengembangkan ekonomi syariah. Khususnya bila
dikembangkan lingkungan keuangan mikro di warga Muhammadiyah Sumatra Selatan.
Ia mengaku sangat
mendukung sekali untuk kesejahteraan warga dan masyarakat. Apalagi sejauh ini
kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM)
sangat linier dalam mendukung bagi pengembangan keuangan syariah.
"Untuk itu saya
berharap usai pelatihan dan sertifikasi calon DPS BTM ini Palembang akan
menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi
syariah,"terangnya.
Sementara Kabid
Peningkatan Kualitas Fasilitator dan Pengelola Koperasi Kementerian Koperasi
dan UKM Sunarto, mengapresiasi gerakan microfinance yang dikembangkan oleh BTM
selama ini. Apalagi gerakan yang dilakukan oleh BTM adalah bagian dari gerakan
nasional sadar berkoperasi, tentunya ini sangat baik untuk pengembangan ekonomi
dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Muhammadiyah.
Terkait dengan hal
tersebut, pemerintah akan selalu mendukung dan memfasilitasi berbagai macam
gerakan BTM. "Mudah-mudahan sinergi antara BTM dan Kementerian Koperasi
dan UKM terus berlangsung untuk menjadikan sebuah mitra yang terbaik," jelasnya.
Sumber: republika.co.lid


0 Komentar