Tsaqofah.com, Istanbul - Jurnalis Jamal Khashoggi (59 tahun) memiliki hubungan persaudaraan dengan sejumlah orang terkenal di dunia. Kolumnis di Washington Post itu diketahui merupakan keponakan dari seorang penjual senjata miliarder yang pernah menjual kapal pesiar ke Donald Trump.
Adnan
Khashoggi merupakan paman dari Jamal Khashoggi yang wafat pada tahun
lalu di usianya 81 tahun. Dia dikenal sebagai orang terkaya di dunia
pada masa jayanya tahun 1980-an. Kekayaan bersihnya mencapai 4 miliar
dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam
bisnisnya, Adnan sempat gagal, sehingga dia menjual kapal pesiar
andalannya senilai 70 juta dolar AS kepada Trump. Kapal itu diketahui
sebagai kapal mewah terhebat yang muncul dalam film "Bond Never Say
Never Again".
Kapal
pesiar yang diklaim sebagai kapal pesiar terbaik di dunia pada saat
itu, memang sangat memproyeksikan kekayaan dari paman Jamal Khashoggi.
Di dalamnya terdapat salon, bioskop, ruang operasi, dan disko dengan
lampu-lampu bersinar.
Kabinnya
dilapisi dengan kulit chamois dan maple mata burung. Kamar mandinya pun
dibuat oleh pengrajin master Italia. Trump mengatakan pada saat itu:
"Saya membeli karya seni yang luar biasa," ujarnya seperti dikutip laman
Daily Mail.
Seperti dilansir Associated Press (AP), Jamal
Khashoggi lahir dari silsilah keluarga yang cukup berada. Khashoggi
merupakan suara moderat di Saudi yang berperang dengan terorisme setelah
tragedi 11 September 2001 di AS.
Selain
itu, Jamal Khashoggi juga diketahui merupakan sepupu kedua dari Dodi
Fayed. Dodi Fayed adalah kekasih Putri Diana. Keduanya tewas dalam
kecelakan di Paris pada 1997.
Jamal
Khashoggi yang kerap keras mengkritik kebijakan Arab Saudi diduga kuat
dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul Turki pada terakhir kali dia
terlihat 2 Oktober. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan
pernyataan pers, kemarin bahwa Khashoggi tewas dibunuh dengan cara
biadab.
Media
pro-pemerintah Turki telah melaporkan orang Saudi yang berjumlah 15
orang melakukan perjalanan ke Turki untuk membunuh Khashoggi. Tim itu
meninggalkan Turki beberapa jam kemudian dengan jet pribadi dan pesawat
komersial.
Erdogan
dalam konferensi pers kemarin juga meminta 18 tersangka yang ditahan di
Saudi untuk diadili di pengadilan Turki bukan di Saudi.
Ia
juga menolak pernyataan yang menyebut orang-orang itu bertindak
sendiri. "Menyalahkan insiden semacam itu pada segelintir anggota
keamanan dan intelijen tidak akan memuaskan kami atau masyarakat
internasional," kata Erdogan.
Para pejabat Saudi yang berbicara kepada AP
mengakui bahwa kerajaan mengirim tim ke Turki. Namun, mereka mengatakan
orang-orang itu bertindak atas perintah yang dikeluarkan oleh pendahulu
Raja Salman, Raja Abdullah, yang meminta agar para pembangkang Saudi di
luar negeri kembali ke kerajaan.
Mereka mengakui rencana tersebut untuk mengeluarkan Khashoggi dari konsulat dan mengintrogasinya di sebuah tempat yang disebut 'safe house'.
Sumber : republika.co.id


0 Komentar