Gambar diambil dari video CCTV yang diperoleh oleh penyiar Turki TRT World pada Ahad (21/10/ 2018), konon menunjukkan wartawan Saudi Jamal Khashoggi memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Selasa, (2/10/2018) .
Tsaqofah.com, Istanbul
- Salah satu pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi terlihat keluar gedung konsulat
Arab Saudi di Istanbul, Turki, mengenakan pakaian sang korban. Dari rekaman
CCTV, pria tersebut keluar beberapa jam setelah Khashoggi masuk ke kantor
diplomatik tersebut.
Rekaman yang didapat
secara eksklusif oleh CNN menunjukkan seorang pria terlihat
meninggalkan gedung konsulat melalui pintu belakang mengenakan kemeja, jas dan
velana panjang yang digunakan Khashoggi pada hari itu, lengkap dengan kumis
palsu dan kacamata.
Seorang pejabat Turki
menggambarkan pria itu sebagai 'tubuh ganda'. Pria itu terlihat dalam rekaman
yang berjalan keluar dari konsulat melalui pintu belakang kemudian naik taksi
ke Masjid Sultan Ahmed yang terkenal di Istanbul, di mana dia pergi ke kamar mandi
umum, mengganti pakaiannya dan pergi.
Pejabat senior Turki
mengidentifikasi pria tersebut bernama Mustafa al-Madani. Madani diduga salah
satu dari 15 orang tim khusus yang diyakini otoritas Turki diutus langsung
Saudi ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi.
Madani memiliki
perawakan tinggi, sama dengan Khashoggi. Pejabat itu mengatakan pria 57
tahun tersebut berperan untuk mengelabui CCTV.
"Anda tidak perlu
peniru untuk sebuah interogasi. Penilaian kami belum berubah sejak 6 Oktober
lalu. Ini adalah pembunuhan terencana dan jasadnya (Khashoggi) dipindahkan
keluar dari konsulat," kata pejabat itu, Senin (22/10).
Rekaman CCTV ini
merupakan bukti teranyar yang didapat dan diungkap otoritas Turki ke publik
berkaitan dengan penyelidikan Khashoggi.
Setelah membantah
seluruh tudingan dan berita yang beredar terkait Khashoggi, Arab Saudi mengaku
bahwa wartawan itu tewas di dalam gedung konsulatnya di Istanbul. Meski begitu,
Riyadh menegaskan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam konspirasi pembunuhan
tersebut.
Saudi menganggap
pembunuhan Khashoggi merupakan 'sebuah kesalahan sangat besar' yang dilakukan
'pihak-pihak' di luar otoritas dan tanggung jawab mereka.
Seorang sumber Saudi
yang dekat dengan kerajaan mengatakan kepada CNN bahwa Khashoggi tewas karena
dicekik. Otoritas Turki hingga kini masih mencari jasad Khashoggi dan
menyelidiki kematiannya.
Sebuah laporan
terpisah yang diturunkan oleh surat kabar Yeni Safak mengatakan salah seorang
pengawal Pangeran Mohammad bin Salman, Maher Abdulaziz Mutreb, diketahui pernah
membuat panggilan telepon dari konsulat. Surat kabar itu mengatakan empat
panggilan keluar ditujukan ke Bader al-Asaker, kepala kantor Pangeran Mohammad.
Dikatakan panggilan lain ditujukan ke nomor telepon di Amerika Serikat.
Yeni Safak tidak
menyebutkan sumber informasi. Namun, surat kabar pro-pemerintah Turki ini telah
membocorkan informasi tentang pembunuhan Khashoggi. Yeni Safak melaporkan pekan
lalu bahwa para pejabat Saudi memotong jari-jari Khashoggi dan kemudian
memenggal kepalanya di konsulat ketika tunangannya sedang menunggu di luar.
Pekan lalu, sebuah
foto bocor yang diambil dari rekaman CCTV menunjukkan Mutreb di konsulat, tepat
sebelum kedatangan Khashoggi.
Sumber : Republika.co.id


0 Komentar