wisatawan muslim tengah berlibur (sumber: you tube)
Tsaqofah.com, Jakarta -- Potensi wisatawan Muslim milenial
dan generasi Z di pasar daring mencapai 180 miliar dolar AS pada 2026. Hal ini
karena peningkatan ketergantungan terhadap internet, media sosial, dan smartphone untuk
menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan secara online.
Dalam siaran pers yang
diterima Republika, Jumat (19/10), Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim
Travel Report 2018 (DMTR2018) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim pada masa yang akan datang.
Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah
Generasi Milenial ataupun Generasi Z.
DMTR2018 merupakan
laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola
perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis
yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim
digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT)
pada Muslim Millenial Travel Report 2017.
Laporan ini
disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh
CrescentRating di ITB Asia 2018. CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal
Bahardeen mengatakan DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku
dan preferensi online wisatawan Muslim.
Laporan ini memberikan
pandangan mengenai layanan platform online dan jejaring sosial untuk
mengevaluasi potensi pasar Muslim bagi para pengelola tujuan wisata, operator
tur, maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan lain di sektor pariwisata
dan perhotelan.
Dengan cepatnya
perkembangan teknologi online dan metode pembayaran, serta meningkatnya
penduduk Muslim yang lahir di era digital, sebagai segmen utama dalam pasar
perjalanan Muslim, maka prospek di ranah digital sangat positif.
Destinasi-destinasi
wisata harus memastikan bahwa pesan yang mereka sampaikan dapat menjangkau
wisatawan Muslim melalui saluran online. Laporan ini memberikan kriteria
segmentasi yang praktis dan siap pakai bagi para pelaku di industri untuk
menjangkau kelompok sasaran yang berbeda.
"Digital itu
nyata dan melampaui generasi," katanya.
Vice President Market
Development Mastercard, Davesh Kuwedekar mengatakan pasar perjalanan Halal
senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat
secara global. Dilihat dari kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar
10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017.
Wisatawan Muslim
menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi
online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal
mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra untuk menciptakan penawaran
khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen.
Seiring dengan
meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah,
Mastercard melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan
digital. Melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik
yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan
selama bepergian.
Mastercard-CrescentRating
Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang dirilis pada bulan April tahun ini,
menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang
cepat hingga mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pada tahun 2017,
diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global.
Sumber: republika.co.id


0 Komentar