Oleh: Nur Rahmi, S.Kom
Tsaqofah.com - November 2013 lalu terjadi moment bersejarah di wilayah
Lampung. Event besar yang menghadirkan ratusan tamu itu memadati Kampung
Internasional, Muhajirun, Negararatu, Natar,
Kabupaten Lampung Selatan untuk menjadi saksi sebuah lembaga perguruan
tinggi yang akan menjadi salah satu pusat pendidikan
tinggi, tidak hanya pada level regional, nasional tetapi juga internasional.
Kamis 15 Muharam 1434 bertepatan pada 19 November 2013,
diresmikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang akan menjadi pusat rujukan
keilmuan dan pengamalan Al Qur'an dan Sunnah sebagaimana Shuffah Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam. Dukungan dari berbagai pihak pun datang, baik
nasional maupun internasional dengan menyampaikan harapan besar berdirinya
perguruan tinggi ini.
Adalah Sekolah Tinggi Shuffah Alquran Abdullah bin Mas'ud
online merupakan Lembaga Tinggi unggulan berbasis Al Qur'an, dengan pemanfaatan
teknologi informasi dalam upaya pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil
’alamin. Lembaga yang digagas oleh (almarhum) Syaikh Imam Muhyiddin Hamidi,
memiliki visi dan misi agar mampu menjadi rujukan pengkajian, pengajaran dan
pengamalan ke ilmuan berbasis Al Qur’an serta ikut memberikan konstribusi
berbagai permasalahan Bangsa dan Negara dengan pendekatan Spritual dan Akhlaqul
Karimah.
Menurutnya era teknologi informasi menjadi solusi
permasalahan umat dalam mempelajari Alquran dengan menggunakan internet, tanpa
terkendala tempat dan waktu. Jarak tidak lagi menjadi penghalang seseorang
dalam mempelajari Islam dengan buku panduan yang dijamin Allah tidak akan sesat
seseorang jika berpedoman pada kitab ini.
Banyak pihak menyambut baik dan bersyukur atas hadirnya
sekolah tinggi berbasis online tersebut, seperti Duta Besar Sudan untuk
Indonesia, Abdullah al-Rahim al-Sidiq, Sekretaris Duta Besar Palestina untuk
Indonesia Neil Mahmoud, Kepala Sub-Direktorat Diniyah dan Pondok Pesantren
Kemenag Pusat Dr. Mamat Salamat Burhanudin, Staf Ahli Bidang Revitalisasi
Industri Kementerian Kehutanan Dr. Ir. Bejo Sansoto,M.Sc., Asisten III Bidang
Kesra Gubernuran Provinsi Lampung Hj. Elya Muchtar, General Manager Telkom
Lampung Ir. Muchlis, serta para tokoh, alim ulama, pejabat setempat, media
massa dan masyarakat sekitar pesantren.
Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Abdullah al-Rahim
al-Sidiq, saat menghadiri launching Shuffah Al Qur'an dalam sambutannya
mengatakan di masa mendatang Shuffah Alquran akan memimpin peradaban dunia
Islam.
“Musuh Islam mengintai dengan berbagai cara agar umat Muslim
tidak dapat mempelajari Alquran dan as-sunah. Kehadiran Shuffah Alquran
diharapkan mengangkat kembali derajat kaum Muslimin yang terpuruk saat ini
& mampu memimpin peradaban dunia Islam mendatang,” kata Duta Besar Sudan
untuk Indonesia, Abdullah al-Rahim al-Sidiq.
Tidak ingin ketinggalan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo,
S.Pi, M.Si menyampaikan dukungan atas berdirinya Shuffah Al Qur'an.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung Sekolah Tinggi
Shuffah Al Qur'an Abdullah bin Masud (STSQABM) sebagai pusat rujukan keilmuan
Islam dalam upaya menegakkan syariat Islam yang rahmatan lil’alamin",
katanya.
Filosofi Sebuah Nama
Dekan Fakultas Tafsir dan Ilmu Alquran Universitas Islam
Gaza, Palestina, Syaikh Dr. Mahmud Hasyim Anbar dalam sambutan tertulis
menyampaikan, pengambilan nama Abdullah bin Mas’ud merupakan nama terbaik dari
sekian banyak sekolah tinggi dan universitas yang ada di dunia.
“Abdullah bin Mas’ud merupakan nama seorang sahabat yang
yang ahli dalam Alquran dan mendapatkan pengakuan langsung dari Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Adapun “Shuffah” bermakna teras masjid tempat
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan Al Qur'an dan syariat Islam
kepada para sahabatnya di Madinah," katanya.
Selaku pendiri Muhyidin Hamidi (alm) pun menyampaikan
harapannya kehadiran Shuffah Alquran menjadi media bagi umat Islam di manapun
berada untuk dapat mempelajari, memahami, dan mengamalkan kandungan Alquran
hingga pada akhirnya bisa melanjutkan tugas Nabi.
“Harapan kami, STSQABM mampu untuk membangun peradaban umat
manusia berdasarkan Al Qur'an, sebagaimana tugas utama Nabi adalah untuk
menyempurnakan akhlak manusia yang mulia," katanya.
Capaian Lima Tahun
Lima Tahun merupakan usia yang relatif muda, terlebih bagi
sebuah lembaga pendidikan tinggi. Jatuh bangun adalah hal yang biasa, meski
demikian menjadi tantangan tersendiri, terlebih pada zaman milenial ini. Namun
itu tak membuat Shuffah Al Qur'an berhenti dalam keterbatasan.
Bertahan dan terus berbenah menjadi lembaga pendidikan
tinggi yang menghasilkan cendikiawan Muslim yang berkualitas, berilmu dan
berakhlaqul karimah merupakan tujuan didirikan lembaga ini. Dengan
keterbatasan, namun terus bersyukur alhamdulillah Shuffah Alquran dipercaya
menjadi pusat pengambilan sanad Tilawah se-Asia.
“Alhamdulillah STSQABM dipercaya oleh satu lembaga
internasional di Gaza bernama Darul Quran yang menjadi rujukan para hufaz
sebagai pusat pengambilan sanad se-Asia Tenggara,” kata Dewan Penasehat
STSQABM, Yakhsyallah Mansur.
Dia menjelaskan STSQABM satu-satunya lembaga tinggi unggulan
berbasis Al Qur'an berbasis tekhnologi informatika memiliki dosen yang merupakan
salah satu dari empat lulusan terbaik Internasional Lembaga Darul Quran.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat lulusan
terbaik internasional, setelah Tanzania, Srilanka, dan Yaman,” katanya.
Selain itu, beberapa capaian Shuffah Al Qur'an dalam lima
tahun terakhir telah bekerjasama dengan perguruan tinggi di dalam dan di luar
negeri, diantaranya Dar Al Qur’an Al-Karim wa As-Sunah
(Gaza), Yayasan Hulmu Jiel (Mesir), Universitas Al-Qur’an Al-Karim dan
Sains Islam (Sudan), Universitas University Of Bakht al-Rida
(Sudan), Universitas Omdurman (Sudan), dan Open University of Sudan.(Ba)



0 Komentar