Oleh Ummu Tsaqib Ash Shahafy
Tampil cantik, anggun, indah dan memesona
adalah dambaan para wanita (muslimah).
Berbagai macam cara ditempuh banyak wanita demi meraih predikat tersebut.
Sebenarnya berhias sendiri merupakan perkara yang dibolehkan selama tidak
melanggar aturan syar’i. Namun sayangnya banyak wanita muslimah yang
tidak memperhatikan etika Islami ketika berhias. Bahkan dengan bangga berhias
dengan cara jahiliyah. Na’udzu billahi min dzalik.
Tsaqofah.com - Tahukah
muslimah, Islam memiliki tuntunan dalam berhias? Dalam kitab Shahih Bukhari
disebutkan sebuah hadis shahih dari Ibnu Mas’ud radhiyallhu ‘anhu, bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya
Allah itu indah dan mencintai keindahan.”
Dalam sebuah hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Al
Handhalliyah disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah
bersabda kepada para sahabatnya ketika mereka hendak mendatangi saudara mereka,
“Kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian. Karenanya perbaikilah
kendaraan kalian, dan pakailah pakaian yang bagus sehingga kalian menjadi
seperti tahi lalat di tengah-tengah umat manusia. Sesungguhnya Allah tak
menyukai sesuatu yang buruk.” (HR. Abu Dawud & Hakim).
Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mengkategorikan kondisi dan pakaian
yang tak bagus sebagai suatu hal yang buruk. Semuanya itu termasuk hal yang
dibenci oleh Islam. Islam mengajak kaum muslimin secara keseluruhan untuk
selalu berpenampilan bagus. Bertolak dari hal itu, seorang muslimah tak boleh
mengabaikan dirinya dan bersikap tak acuh terhadap penampilan yang rapi dan
bersih, terlebih lagi jika sudah membina rumah tangga. Hendaknya ia senantiasa
berpenampilan yang baik dgn tak berlebih-lebihan.Muslimah yang cerdas akan senantiasa
menyelaraskan antara lahir & batin. Perhatiannya pada penampilan yang baik
bersumber dari pemahaman yang baik pula terhadap agamanya. Karena penampilan
yang rapi & bersih merupakan hal yang mulia.
Tuntunan
Islam dalam Berhias
Pertama,
kebersihan badan adalah kuncinya. Sudah seharusnya seorang wanita
menjaga kebersihan badannya dgn mandi. Dari Abu Hurairah radhiyallau ‘anhu, Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dari Abi Rofi’, ia berkata,
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada suatu malam
berkeliling mengunjungi beberap istrinya (untuk menunaian hajatnya), maka
beliau mandi setiap keluar dari rumah istri-istrinya. Maka Abu Rofi’ bertanya, ‘Ya,
Rasulullah, tidakkah mandi sekali saja?’ Maka jawab Nabi, ‘Ini lebih suci dan lebih bersih.’”
(Ibnu Majah & Abu Daud, derajat haditsnya hasan)
Mandi
dapat menghilangkan kotoran sehingga menjauhkan seorang muslimah dari penyakit dan
menjaga agar badannya tak bau. Sehingga ia pun akan menjadi dekat dgn
orang-orang di sekitarnya (suami, anak-anaknya dan kaum hawa).
Hendaklah
seorang wanita juga menjaga hal-hal yang termasuk fitrah yaitu memotong kuku dan
memelihara kebersihannya agar tak panjang atau kotor. Kuku yang panjang akan
tampak buruk dipandang, menyebabkan menumpuknya kotoran di bawah kuku dan
mengurangi kegesitan pemiliknya dlm bekerja.
Hal
lain yang termasuk fitrah adalah mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu
kemaluan. Hal ini sangat dianjurkan dlm Islam, selain dapat menjaga kebersihan dan
keindahan tubuh seorang muslimah.
Oleh
karenanya, seorang muslimah hendaknya tak membiarkannya lebih dari 40 hari. Dari
Abu Hurairah radhiyallau ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Lima hal yang termasuk fitrah (kesucian): mencukur bulu kemaluan, khitan,
menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku.” (HR. Bukhari
Muslim).
Kedua, perhatikanlah mulut
karena dengannya engkau berdzikir dan berbicara kepada manusia. Wanita muslimah
hendaknya selalu menjaga kebersihan mulutnya dgn cara membersihkan giginya dgn
siwak atau sikat gigi dan alat pembersih lain jika tak ada siwak. Bersiwak
dianjurkan dlm setiap keadaan dan lebih ditekankan lagi ketika hendak
berwudhu’, akan shalat, akan membaca Al Qur’an, masuk ke dlm rumah & bangun
malam ketika hendak shalat tahajjud. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Seandainya tak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan kepada
mereka utk bersiwak setiap kali akan shalat.” (HR. Bukhari - Muslim).
Selain
itu, hendaknya seorang muslimah menjaga mulutnya dari bau yang tak sedap. “Barangsiapa
yang makan bawang merah dan bawang putih serta kucai, maka janganlah dia
mendekati masjid kami.” (HR. Muslim). Karena bau yang tak sedap mengganggu
malaikat & orang-orang yang hadir di dlm masjid serta mengurangi
konsentrasi dlm berdzkikir. Maka hendaknya seorang muslimah juga menjaga bau
mulutnya di mana pun ia berada.


0 Komentar