Tsaqofah.com - Beberapa hari lalu, seperti diberitakan banyak media, Gunung Anak Krakatau tampak ‘marah’. Kemarahannya itu ternyata disinyalir melahirkan gelombang tsunami di Banten, Pandeglang dan juga Lampung Selatan. Tak sedikit yang meninggal. Semua luluh lantak dalam hitungan detik.
Untuk mengetahui
secara singkat tentang Gunung Anak Krakatau itu, setidaknya Tsaqofah.com
mencoba merilis kembali dari situs tribunnews.com. Berikut 8 fakta yang patut
diketahui dari Gunung Anak Krakatau tersebut.
1. Gunung Anak
Krakatau terbentuk dan muncul dari permukaan laut Selat Sunda pada 1927. Tepatnya pada
29 Desember 1927 saat sejumlah nelayan dari Jawa melihat ada uap dan abu yang
muncul dari kaldera.
Bersumber dari
Data Dasar Gunung Api Indonesia (Badan Geologi, ESDM, 2011) disebutkan, Gunung
Anak Krakatau lahir 30 Januari 1930.
2. Ketunggian
Gunung Anak Krakatau terus bertambah. Karena aktivitasnya tinggi Gunung Anak
Krakatau masih terus bertambah 4 hingga 6 meter setiap tahunnya.
3. Sama dengan
'induknya' Gunung Krakatau, Gunung Anak Krakatau memiliki energi erupsi yang
besar. Gunung Anak Krakatau sedang berproses membesar dan meninggi dengan magma
dominan silika.
Biasanya, gunung dengan kandungan silika pada magma memiliki
letusannya besar dan banyak mengandung gas.
4. Gunung Anak
Krakatau memiliki ketinggian 320 meter di atas permukaan laut. hingga tahun
2010, mengutip laman geomagz.geologi.esdm.go.id.
Sementara, sang
induk Gunung Krakatau dulu memiliki ketinggian 830 meter di atas permukaan
laut.
5. Gunung Anak
Krakatau seringkali disebut dengan nama Krakatau saja, hal ini tentu cukup
membingungkan. Pasalnya, sebenarnya Gunung Anak Krakatau merupakan gunung baru
yang tumbuh pasca letusan sebelumnya.
6. Gunung Anak
Krakatau termasuk gunung yang tumbuh pesat. Melansir laman
geomagz.geologi.esdm.go.id, volume tubuh Gunung Anak Krakatau dari dasar laut
sejak 1927 sampai dengan 1981 mencapai 2,35 km kubik.
Tahun 1983
membesar menjadi 2,87 km kubik dan tahun 1990 mencapai 3,25 km kubik.
Pengukuran terakhir yang dilakukan tahun 2000, tubuhnya sudah membengkak
mencapai 5,52 km kubik.
7. Sebagai
gunung api yang sedang tumbuh, letusan strombolian, sebuah letusan yang
melontarkan lava pijar bagaikan air mancur, menjadi ciri khas Gunung Anak
Krakatau.
8. Meskipun
Anak Krakatau merupakan gunung api aktif, pada bagian tertentu, terutama pada
sisi timur telah banyak ditumbuhi vegetasi.
Vegetasi itu
didominasi hutan Neonauclea, hutan Timonius, dan hutan Dysoxylum yang bercampur
dengan jenis pohon lain dalam jumlah relatif sedikit.
Sementara
daerah punggung gunung umumnya masih gundul karena suhu tinggi dan kekurangan
air. Namun, pada daerah ini dijumpai jenis tumbuhan pioner seperti gelagah dan
sengguguk atau Melastoma affine.


0 Komentar