Oleh Bahron Ansori (Pemerhati sosial agama)
Tsaqofah.com - Makhluk Allah di jagat raya ini tidak
hanya manusia. Ada iblis yang kerja utamanya menggoda dan menjerumuskan manusia
dalam lembah terhina. Sebagai Muslim, sudah seharusnya mengetahui dan mengenal
siapa saja Iblis dan spesialisasinya dalam menggoda serta menjerumuskan
manusia. Tujuannya tentu agar setiap Muslim selalu memohon perlindungan kepada
Allah Ta’ala dari tipu daya dan godaan iblis.
Para ulama berbeda pendapat dalam hal
cara Iblis menyesatkan manusia. Untuk menyesatkan manusia, para Iblis pun harus
profesional agar mereka berhasil menyesatkan manusia. Iblis mempunyai
spesifikasi keahlian tersendiri sesuai dalam bidangnya. Yang ahli menggoda
orang shalat tugasnya hanya menggoda orang shalat, yang ahli mengufurkan orang
yang beriman tugasnya hanya mengufurkan dengan berbagai tipu daya dan
propaganda yang menyesatkan, begitu seterusnya.
Mengenai hal ini ada keterangan yang
bersumber dari Umar bin Khatab ra bahwa keturunan Iblis yang mempunyai tugas
menggoda dan menjerumuskan manusia (ke lembah kesesatan) itu ada Sembilan
antara lain sebagai berikut.
Pertama, Iblis Zailatun. Iblis ini bertugas untuk menjerumuskan para
pedagang di pasar agar berdusta, mau mengurangi timbangan, membuat onar
diantara para pedagang, dan melakukan bujuk rayu kepada para pedagang agar
melakukan penyimpangan dan kecurangan dalam akad jual beli, dengan
diiming-imingi agar cepat kaya.
Ajakan Iblis diatas itu jelas
bertentangan dengan syari'ah, merusak ekonomi umat, menanamkan mental binatang
yang segala cara dalam meraih kesuksesan, serta menumbuhkan jiwa egoistisme
dan materialisme yang membabi-buta. Kalau ini sudah ditanamkan oleh Iblis,
maka dengan sendirinya orang itu akan senang-berenang dalam lumpur kemaksiatan
dan kedurhakaan.
Karena itu, ada ancaman berat bagi
siapa saja yang mengikuti ajakan Iblis Zailatun untuk melakukan kecurangan
dalam jual beli. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pemah bersabda:
Ø«َلاَØ«َØ©ُلاَÙŠَÙ†ْظُرُاللهُ
اِÙ„َÙŠْÙ‡ِِِÙ…ْ ÙŠَÙˆْÙ…َ الْÙ‚ِÙŠَامَØ©ِÙˆَلاَ ÙŠُزكِّÙŠْÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَÙ„َÙ‡ُÙ…ْ عَذَابٌ Ø£َÙ„ِÙŠْÙ…
“Ada tiga orang dimana Allah tidak
akan melihat mereka pada hari kiamat (tidak memberikan rahmat), tidak
membersihkan dosa mereka, dan mereka (juga) akan mendapat siksaan yang amat
pedih.” Abu Dzar ra berkata, "Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengatakan (hal tersebut) sampai tiga kali
"Aku berkata, “Mereka akan menyesal dan merugi, siapa mereka itu Ya
Rasulullah?” Lalu beliau bersabda, “Orang yang menurunkan kainnya
(hingga menutupi kedua mata kakinya), orang
yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang menjual barang
dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)
Larangan untuk melakukan kecurangan
dalam jual beli juga disebutkan dalam Al Quran
"Kecelakaan besarlah bagi
orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari
orang lain, mereka mengurangi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk
orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa
sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar (Yaitu) hari
(ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan." (Qs. Al-Muthaffifiin: 1-6)
Cara Iblis Zailatun menjerumuskan para
pedagang adalah dengan menakut-nakuti kebangkrutan jika berbuat jujur dalam
berdagang, dan mengiming-imingi akan cepat kaya, cepat berhasil dan sukses jika
mau berbuat curang dalam berdagang. jika orang yang berdagang itu lemah
imannya, ambisius dan materialistis tentu ia akan mudah terjebak dalam bujuk
rayu Iblis Zailatun. Akhimya ia akan menjadi pengikut setia Iblius Zailatun.
Kedua, Iblis Wawatsin. Iblis Wawatsin dalah Iblis yang bertugas
menggoda dan menjerumuskan orang yang beriman agar selalu menggerutu, tidak
sabar dan tidak ikhlas setiap kali menerima musibah, atau cobaan dari Allah
Ta'ala. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya
wanita-wanita yang merintih (lantaran menerima musibah) ini akan dijadikan
kelak di hari kiamat dua barisan dalam neraka jahannam, satu barisan berada
disebelah kanan penduduk neraka dan satu barisan lagi berada disebelah kiri,
akhirnya mereka menggonggong kepada penduduk ahli neraka, sebagaimana layaknya
anjing-anjing yang menggonggong." (HR. Ath-Thabrani).
Padahal orang yang meratapi musibah
dengan menggerutu sampai merobek-robek pakaiannya adalah dosa. Tindakan seperti
ini merupakan cermin dari ketidak-ikhlasan atas takdir Allah, sepertinya ia
menyalahkan Allah, yang menghilangkan kesenangan dirinya, padahal semua apa
yang ada di alam ini telah ditentukan oleh Allah masanya atau kehancurannya.
Oleh karena itu, syari'ah memerintahkan untuk bersabar dan ikhlas setiap kali
menerima cobaan dan musibah dari Allah Ta'ala, sebab setiap musibah itu ada
hikmah yang terkandung didalamnya. Allah mengancam akan menyiksa terhadap
orang yang tidak bersabar dalam menerima musibah.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah
bersabda, "Tidak termasuk umat kami yang sempurna
orang yang menampari pipinya sendiri (ketika menerima musibah), merobek-robek
leher bajunya sendiri dan meratapi mayat, sebagaimana kebiasaan orang-orang
jahiliyah." (HR. Bukhari dan
Muslim)
Demikianlah diantara ancaman siksa
bagi orang yang mengikuti Iblis Wawatsin. Sehingga ia selalu menggerutu setiap
kali menerima musibah. Iblis ini dalam menjerumuskan orang yang beriman ke
dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran adalah dengan menanamkan rasa
ketidakpuasan terhadap takdir Allah, mempengaruhi jiwanya agar memberontak
ketika menerima musibah, membakar emosinya dan menghilangkan sifat sabarnya.
Ketiga, Iblis Akwan. lblis ini bertugas menyesatkan dan mempengaruhi
para remaja dan pimpinan umat supaya selalu berbuat dzalim, menjauhi hal-hal
yang makruf, menanamkan kesenangan berbuat munkar dan maksiat. Cara yang
digunakan oleh Iblis Akwan dalam menjerumuskan remaja yang beriman ke dalam
lembah kemaksiatan adalah bermacam-macam. Perbuatan yang jelas munkarnya itu
dikemas dengan baik sehingga tidak terkesan sebagai perbuatan maksiat, hal ini
dilakukan-oleh Iblis Akwan untuk menarik simpati dari remaja beriman agar mau
melakukannya.
Termasuk memperhalus istilah-istilah
yang berbau maksiat dan munkar, ini dilakukan untuk menghilangkan kesan
maksiat, dengan demikian remaja akan mudah dibujuk dan dirayu untuk dijebloskan
ke dalam dunia sesat yang jauh dari tuntunan agama. Hal ini telah
dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya, "... tetapi setan (Iblis)
menjadikan umat-umat itu memandang baik perbutan meeka (yang buruk), maka setan
menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih.” (Qs. An-Nahl 16:63)
Dalam menyesatkan para pemimpm umat,
Iblis Akwan selalu mendorong para pemimpin itu untuk berbuat dzalim, merampas
hak rakyat, bertindak sewenang-wenang, korupsi, manipulasi, serta Iblis Akwan
juga menanamkan rasa ketakutan dihati para pemimpin akan kemiskinan jika
mereka tidak mau berbuat dzalim, curang dalam bertindak, mumpung masih berkuasa
agar kekuasaannya itu digunakan sebaik mungkin untuk berbuat munkar dan
maksiat, baik teihadap rakyatnya maupun terhadap Allah.
Keempat, Iblis Hafaf. Iblis ini
bertugas menyesatkan dan menjerumuskan kaum Muslimin ke lembah nista yang
berlumur dosa dengan cara melakukan tipu daya dan bujukan agar kaum muslimin
meminum khamer. Sebab jika seseorang sudah minum khamer dan mabuk, maka segala
bentuk kemungkaran yang lain dengan mudah ia laksanakan. Seperti berzina,
membunuh, berbuat aniaya, mencuri dan segala kemungkaran yang lain.
Karena tingkah laku orang yang sedang
mabuk itu tidak dapat dikendalikan oleh otaknya, jiwanya dan perasaannya sudah
dikuasai oleh Iblis. Karena itu, ia mudah dibimbing oleh Iblis guna dijebloskan
ke dalam kemaksiatan dan kekufuran. Banyak sekali orang yang tadinya tidak
berani membunuh, merampok dan berzina, akan tetapi setelah ia menenggak khamer
dan mabuk, maka segala bentuk kemaksiatan di atas itu dapat dilakukannya
dengan mudah, sepertinya tidak ada beban baginya.
Agar tidak mudah tertipu oleh bujuk
rayu Iblis Hafaf, Allah telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak meminum
khamer, karena khamer adalah identik dengan setan. Sebagaimana disebutkan
dalam firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya
(meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan
panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan." (Qs. Al-Maidah 5:90)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah
bersabda, melaknati sepuluh orang karena khamer, yaitu; 1. Orangyang memeras bahan khamer, 2. Orang yang
minta diperaskan bahan khamer untuk diminumkan kepada orang lain, 3. Orang yang
minum khamer, 4. Orang yang membawa khamer, 5. Orang yang dituju untuk dibawakan
khamer kepadanya, 6. Orang yang menuangkan khamer ke gelas atau lainnya, 7, Orang yang
menjual khamer, 8. Orang yang memakan harta hasil penjualan khamer, 9. Orang yang
membeli khamer, 10. Orang yang dibelikan khamer.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Kelima, Iblis Wamurah. Iblis Wamurah ini
bertugas menjerumuskan para penyanyi agar mendendangkan lagu yang penuh maksiat,
mengajak berbuat munkar, serta lagu-lagu yang bersyair kebebasan tanpa etika.
Juga menjerumuskan para penyanyi agar berpenampilan seronok, yang dapat
mengundang luapan nafsu dan maksiat. Dengan demikian orang akan mudah digiring
untuk dijebloskan dalam dunia munkar dan maksiat.
Nyanyian dan biduanitanya itu termasuk
salah satu alat Iblis yang paling ampuh untuk menjerumuskan orang ke dalam
jurang kesesatan yang penuh dengan lumuran dosa. Banyak sudah orang yang
melakukan kemaksiatan karena terpengaruh oleh syair lagu-lagu maksiat, atau
dikarenakan mencontoh tingkah laku artis yang diidolakan yang senang berbuat
munkar, bergaul bebas dan akhlaknya yang buruk.
Keenam, Iblis Laqwas. Iblis Laqwas
adalah Iblis yang bertugas mempengaruhi manusia agar tetap kafir, tetap musyrik
dan tetap menyembah berhala atau sesembahan lainnya selain Allah. Sudah banyak
orang yang disesatkan oleh Iblis Laqwas, terkadang ia mengganti bentuknya
seperti seorang syekh lalu memberikan pelajaran atau tuntunan yang mengarah
kepada kemusyrikan dan pemurtadan dengan berbagai dalih serta promosi yang
mengikat, sehingga banyak orang yang lemah imannya keluar dari jalur Islam
karena mengikuti saran Iblis Laqwas, hanya demi mendapatkan sesuap nasi,
jabatan, kedudukan, pekerjaan, fasilitas, bahkan ada yang rela melepaskan
keimanannya demi sang kekasih.
Orang yang menyembah selain Allah,
berarti dirinya menjadikan Iblis sebagai pelindungnya, yang harus diikuti
tingkah lakunya. Mereka tidak sadar kalau dirinya telah disesatkan oleh Iblis
untuk dijerumuskan ke dalam jurang kekufuran. Sebagaimana disebutkan oleh Allah
dalam firman-Nya,
“Sesungguhnya mereka menjadikan seran-setan pelindung
(mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Qs. Al-A'raf 7:30)
Di dalam ayat yang lain Allah Ta'ala
telah memperingatkan kepada umat manusia agar tidak mudah ditipu oleh setan
maupun Iblis, sebab makhluk jahat ini dalam menyesatkan dan mengufurkan manusia
menggunakan bujuk rayu dan tipu muslihat yang sangat memikat, maka tidak heran
bila banyak orang yang lemah imannya menjadi korban tipu muslihatnya. Allah berfirman, "Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan
sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga.” (Qs. Al-A'raf 7:27).
Ketujuh, Iblis A'war. Iblis ini
bertugas untuk mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan wanita untuk melakukan
perbuatan zina, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya. Iblis A'war
menggunakan "Pandangan Mata" sebagai cara yang paling ampuh untuk membakar
nafsu kaum lelaki dan wanita untuk berbuat maksiat.
Mujahid berkata, “Ketika wanita itu menghadap, maka
Iblis duduk di kepalanya untuk menghiasi wajah wanita tersebut agar tampak
menarik bagi orang yang melihatnya, dan jika wanita itu berpaling ke belakang,
maka Iblis duduk di pantatnya untuk menghiasi pantat tersebut agar tampak
menarik bagi orang yang melihatnya.”
Apa yang dikatakan oleh Mujahid diatas
itu memang benar, sebab umumnya lelaki bila melihat wanita ketika berhadapan,
maka yang pertama kali diperhatikan adalah wajahnya, sedangkan ketika melihat
wanita yang berjalan didepannya, maka yang pertama kali diperhatikan adalah
pantatnya, karena itu memang tempatnya Iblis.
Nabi Yahya as pernah ditanya, "Apa yang menjadi
penyebab perzinaan?" Nabi Yahya as menjawab, "Yang menjadi penyebabnya
adalah memandang wanita, lalu timbul dalam hati keinginan untuk berzina dengannya.
Zina mata itu termasuk dosa kecil, dan hal ini dapat mendekatkan pada
perbuatan dosa besar, yaitu zina farji. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak
mampu menundukkan pandangannya, maka niscaya ia tidak akan mampu menjaga
farjinya." Demikian jawaban Nabi Yahya as terhadap
penanya tadi.
Nabi Isa as pernah berkata, “Takutlah kamu
memandang (wanita), karena sesungguhnya memandang itu dapat menumbuhkan
syahwat didalam hati, dan ini sudah cukup mendatangkan fitnah."
Berkatalah Sa'ad bin Jubair ra, "Sesungguhnya
fitnah yang menimpa Nabi Daud as adalah dari memandang (wanita)."
Dan masih banyak orang laki-laki
maupun wanita yang berbuat zina yang diawali dari kebiasaan memandang lawan
jenisnya yang bukan muhrimnya. Karena memandang merupakan panah Iblis yang
sangat ampuh untuk menjerumuskan laki-laki dan wanita ke dalam perbuatan nista
yang penuh dengan dosa. Sekarang tidak sedikit orang yang menjadi budak Iblis
A'war karena ingin melampiaskan nafsunya. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari
godaan lblis ini.
Kedelapan, Iblis Al-Wasnan. Banyak orang
terjerumus menjadi ahli maksiat, bahkan dirinya sampai rela menanggalkan akidahnya yang
disebabkan oleh malas beribadah. Malas beribadah itu menunjukkan lemah
keimanannya, bahkan keimanannya bisa sebagai lipstik belaka, sebagai pemanis
bibir saja, buktinya ia mengaku beriman tetapi tidak mau beribadah, bahkan
perintah agama ia tentang, larangannya ia terjang.
Orang-orang seperti inilah yang setia
menjadi pengikut Iblis Al-Wasnan, yang malas beribadah tetapi senang
bermaksiat. Al-Qur'an telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak mengikuti
langkah-langkah Iblis, sebab Iblis itu menyesatkan, menyauhkan orang agar
tidak beribadah kepada Allah Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat
Al-An'am 142, "Dan janganlah kamu mmglkuti langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Qs. Al An'am 6:142)
Kesembilan, Iblis Dasim. Iblis yang satu ini bertugas untuk mempengaruhi, menggoda dan mendorong suami istri untuk
melakukan penyelewengan. Dengan terjadinya penyelewengan, maka sudah barang
tentu rumah tangganya akan menjadi berantakan, tidak harmonis, jauh dari
kebahagiaan yang pada akhirnya terjadi perceraian. Inilah yang diinginkan oleh
Iblis Dasim.
Dengan terjadinya perceraian, maka
orang akan mudah untuk digiring berbuat munkar dan maksiat, meskipun tidak
sedikit orang yang tidak menikah juga tenggelam dalam dunia maksiat.
Setidak-tidaknya orang yang sudah bercerai itu dapat dimanfaatkan oleh Iblis
untuk dijerumuskan dalam perbuatan nista, seperti zina dan perbuatan munkar
lainnya, karena ia sudah tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya
secara halal.
Karena diantara tujuan pernikahan
adalah untuk menundukkan pandangan mata, menyalurkan kebutuhan biologis secara
halal, untuk memperoleh keturunan, disamping menjalankan Sunnah Rasulullah. Oleh karena itu, Iblis sangat membenci terhadap keluarga yang rukun, damai
dan sejahtera. Sebab kondisi keluarga seperti ini akan mendapat limpahan rahmat
dan berkah dari Allah Ta'ala.
Itulah nama-nama Iblis yang dikatakan
oleh Umar bin Khathab. Semoga Allah selalu
menjaga kita dari godaan setan terkutuk sehingga kita kembali kepada Allah
benar-benar dalam keadaan tanpa menyekutukan-Nya sedikitpun. Wallahua’lam.(minanews.net)


0 Komentar