Salah satu bentuk dukungan dari Kemenristekdikti itu adalah Anugerah Iptek dan Inovasi kategori Widyapadhi 2019 untuk mengapresiasi prestasi perguruan tinggi dalam membangun sistem inovasi.
Setelah melalui beberapa tahap seleksi, Kemenristekdiki mengundang 12 perguruan tinggi dan enam politeknik calon penerima Anugerah Iptek, dan Inovasi Nasional kategori Widyapadhi, untuk presentasi akhir pada 17-18 Juli 2019 di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta.
Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/7) mengatakan, Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi diberikan kepada perguruan tinggi dan politeknik yang dinilai berhasil membangun dan mengelola manajemen inovasi.
"Kita memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi dan politeknik yang mampu membangun manajemen inovasi, melalui kepemimpinan yang inovatif, pengembangan kebijakan, kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi untuk menghasilkan produk inovasi yang dapat menjadi penguat daya saing bangsa," katanya.
Kegiatan dalam rangka rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tahun 2019 ini bertujuan memetakan performa penguatan inovasi di perguruan tinggi, dan menguatkan inovasi sebagai bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pengembangan perguruan tinggi.
“Selama ini perguruan tinggi sudah melaksanakan berbagai hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dan pengembangan. Dalam empat tahun ini cukup bergairah setelah kita memberikan berbagai model insentif untuk proses hilirisasi. Ini merupakan suatu cara bagaimana kita membangkitkan teknologi dan inovasi ke depan sebagai lokomotif pembangunan nasional,” ujarnya.
Adapun 12 perguruan tinggi yang berhasil lolos seleksi awal yang diundang untuk presentasi akhir adalah IPB, ITB, ITS, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Telkom.
Sementara enam politeknik, yakni Politeknik Caltex Riau, Politeknik Indonusa Surakarta, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, dan Politeknik TEDC Bandung. (minanews.net)


1 Komentar
Sebuah tantangan bagi pegiat produksi SDM ummat yang berbasis pada tahfidhul quran (berbagai ponpes tahfidh) untuk bersinergi dengan MTP bidang PT dalam mempersiapkan meraih tempat special berbeasiswa penuh di satu atau lebih Perguruan Tinggi atau Politeknik ini. Dengan demikian terjalin sinergi amal dalam melahirkan para pejuang profesional sesuai dengan bidang yang digeluti, in shaa Allah.
BalasHapusSilahkan bergabung dengan Tim Pendamping dan Pengawal SDM Mukhlishina Lahuddina di 085213611753 (WA).