Jakarta, Tsaqofah.com - Setiap Muslim tahu betapa mulianya mengagungkan al Qur'an. Allah Ta'ala akan mengangkat derajat para penghafal al Qur'an. Bahkan kedua orang tua penghafal al Qur'an akan diberikan mahkota oleh Allah Ta'ala saat anak-anaknya mampu menjadi Ahlullah.
Hari ini di Indonesia, alhamdulillah negeri dengan mayoritas Muslim ini di anugerahi Allah keberkahan. Bagaimana tidak, di negeri dengan Muslim terbesar di dunia itu, hampir di seluruh wilayahnya kini tumbuh dan berkembang pesantren-pesantren tahfidzul Qur'an.
Antusiasme orang tua juga untuk memasukkan anak-anaknya ke pesantren tahfidz Qur'an sangat terlihat. Ini artinya tingkat kesadaran umat Islam di negeri ini semakin tumbuh dan berkembang.
Menurut Ustad Ali Farkhan Tsani, salah satu pengelolanya mengatakan keberadaan pesantren tahfidz ini insya Allah sangat strategis untuk mencetak para pemimpin bangsa yang berilmu dan berakhlak al Qur'an.
"Tak sedikit hari ini kita temukan seorang pemimpin yang cerdas secara intelektual, tapi sayang kurang berakhlak. Nilai-nilai Islam dari al Qur'an dan sunnah jauh," ujarnya.
Dia menambahkan, al Qur'an adalah pedoman sekaligus panduan hidup setiap Muslim, maka sunnatullah ia (al Qur'an) akan terus tumbuh subur dalam dada setiap Muslim.
Orang tua mana yang tak ingin punya anak sholeh, cerdas dan hafal Qur'an? Bisa ditebak, pasti setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang sholeh, cerdas dan hafal al Qur'an. Jangankan orang tua yang baik, orang tua yang pekerjaannya menjadi penjahat saja sangat menginginkan anaknya kelak tidak mengikuti jejak hitamnya.
Jika ayah ibu ingin mencetak anak-anak yang cerdas, sholeh dan hafal al Qur'an, maka jangan biarkan kesempatan berlalu. Masukkan anak-anak ayah ibu ke Pesantren DTI.
"Insya Allah kami dari SMPIT DTI dan SMAIT DTI (Daarut Tarbiyah Indonesia) Margahayu Bekasi Timur akan membantu mewujudkan cita-cita para orang tua," ujar Ustad Ali.
Dilengkapi ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat seperti olahraga (futsal, bukutangkis, tenis meja), beladiri (karate dan silat), seni (nasyid/hadrah, murottal/tilawah), keterampilan (menjahit), keorganisasian (leadership, entrepreneurship), dan ketrampilan menulis.
"Bagi keluarga dhuafa, insya Allah ada keringanan biaya, beasiswa prestasi, dan bebas uang pangkal/gedung," ungkap Ustad Ali.
Sebagai orang tua tentu saja akan berinvestasi untuk masa depan dunia akhirat anak-anaknya. Semoga Allah kabulkan doa setiap orang tua untuk memiliki anak-anak sholeh/sholehah. Aamiin yaa Rabb. (Ba)
Atau hub.:
1. Bpk. Ahmad MahwanS,Pd.I. (SMPIT).
Telp/WA: 0895-3625-35701.
2. Bpk. Nurkholis,S.Pd. (SMAIT).
Telp/WA: 0822-8131-9675.
(Foto-foto: Afta)








0 Komentar