Tsaqofah.com - Sobat, sholat adalah hal penting dan utama dalam kehidupan seorang muslim. Hanya dengan sholatlah, seorang muslim bisa diterima semua amal ibadahnya. Sholat, kata Nabi SAW adalah tempat menempelnya segala amal kebaikan. Sholat pula kata Nabi SAW yang jika baik saat dihisab, maka baik semua amal ibadahnya yang lain. Namun, karena sholat menjadi benteng pertahanan seorang muslim, maka syetan pun tak tinggal diam untuk menggoda. Berikut ini setidaknya dirangkum dari berbagai sumber tentang godaan-godaan syetan dalam sholat.
Pertama. WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu
Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum
sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa
itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.
Ibnul Qayyim berkata, "Termasuk tipu daya syetan
yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat
atau saat takbiratul ihram dalam sholat." Was-was itu membuat mereka
tersiksa dan tidak tenteram.
Kedua. TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SHOLAT
Seringkali, saat takbiratul ihram baru saja dimulai, tetiba terlintas semua permasalahan yang tadinya tidak pernah ingat, tiba-tiba menjadi ingat. Tak berhenti di situ, masalah-masalah puluhan tahun lalu pun muncul membayangi. Nah, itulah godaan syetan.
Sahabat Rasulullah saw. yaitu 'Utsman bin Abil 'Ash
datang kepada Rasulullah dan mengadu, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya
syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancau".
Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib.
Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan
berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT
menghilangkan gangguan itu dariku." (HR. Muslim)
Ketiga. LUPA JUMLAH ROKA'AT YANG TELAH DIKERJAKAN
Abu Hurairah ra. berkata, "Sesungguhnya Rasulullah
SAW. telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian sholat, syetan akan
datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia
telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah
ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah
itu baru mengucapkan salam" (HR. Bukhari dan Muslim)
Keempat. HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI
Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari.
Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari.
Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan
selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa
yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa
rakaat ia sholat." (HR Bukhari)
Kelima. TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT
Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya ketergesa-gesaan
itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah dan sembrono
yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun
serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua
perilaku buruk,yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya."
Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka
cara pelaksanaannya asal mengerjakan solat, asal selesai, sudah!!!. Tidak ada
ketenangan atau thuma'ninah.
Pada zaman Rasulullah SAW. ada orang sholat dengan
tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW. memerintahkannya untuk mengulanginya
lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.
Rasulullah SAW. bersabda kepadanya, "Apabila kamu
sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah
bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu
bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu
benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat
solatmu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Keenam. MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika
sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar
segera menegurnya selepas solat. "Jangan bermain kerikil ketika sholat
karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tapi kerjakan seperti apa yang
dikerjakan Rasulullah SAW". Orang tersebut bertanya: "Apa yang
dilakukannya?" Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha
kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud.
"Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW", kata
Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)
Ketujuh. MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHOLAT
Dengan sadar atau tidak, seseorang yang sedang sholat
memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syetan penggoda. Kerana
itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat
sujud.
Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah
dicuri oleh syetan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra., ia
berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hukum menengok
ketika sholat".
Rasulullah SAW. menjawab, "Itu adalah curian syetan
atas sholat seorang hamba." (HR Bukhari)
Kedelapan. MENGUAP DAN MENGANTUK
Rasulullah SAW. bersabda, "Menguap ketika sholat itu
dari syetan. Karena itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa
mungkin." (HR Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah saw. bersabda, "Adapun
menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang mencegahnya
(menahannya) selagi bisa.
Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam
mulutnya" (HR. Bukhari dan Muslim)
Kesembilan. BERSIN BERULANG KALI SAAT SHOLAT
Syetan ingin mengganggu kekhusyukkan sholat dengan
bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud, "Menguap dan
bersin dalam sholat itu dari syetan." (HR. Thabrani).
Ibnu Hajar menguraikan pernyataan Ibnu Mas'ud,
"Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam sholat,
sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak
lain karena syetan memang ingin mengganggu sholat seseorang dengan berbagai
cara."
Kesepuluh. TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang dari
kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu
darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia
yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya." (HR
Muslim).
Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas
dari berbagai macam gangguan syetan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan
oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan
gangguan tersebut, sebagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk
berjihad melawan godaan syetan yang terkutuk. (dari berbagai sumber)



0 Komentar