![]() |
| Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily |
Jakarta, TSAQOFAH.COM –
Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Ace Hasan
Syadzily mengimbau Menteri Agama Fachrul Razi tak
perlu menghapus konten ajaran tentang khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam
di madrasah.
Ace mengatakan bahwa khilafah termasuk khazanah pemikiran politik yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Karenanya, pemerintah tak boleh menghapus fakta tentang penerapan khilafah dalam sejarah Islam.
"Secara fiqh siyasi, khilafah itu merupakan bagian dari khazanah pemikiran politik Islam yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Kita tak boleh menghapus fakta sejarah itu," kata Ace kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/12).
Ace mengatakan bahwa khilafah termasuk khazanah pemikiran politik yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Karenanya, pemerintah tak boleh menghapus fakta tentang penerapan khilafah dalam sejarah Islam.
"Secara fiqh siyasi, khilafah itu merupakan bagian dari khazanah pemikiran politik Islam yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Kita tak boleh menghapus fakta sejarah itu," kata Ace kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/12).
Ace memandang
bahwa semua peserta didik perlu tahu tentang kekhalifahan dalam sejarah Islam.
Misalnya, kekhalifahan Abbasiyah hingga Turki Utsmani.
Menurutnya, fakta sejarah ini tetap harus disampaikan kepada peserta didik karena tak dipungkiri sudah menjadi bagian dari sejarah Islam.
Meski demikian, Ace menekankan bahwa konsep khilafah tidak tepat dan tidak mungkin diterapkan di Indonesia untuk saat ini. Sebab, dalam pendirian bangsa, para pendahulu menyepakati Indonesia menganut sistem pemerintahan Republik dengan dasar negara Pancasila.
"Nah, argumen ini yang seharusnya ditanamkan kepada para anak didik agar mereka memahami tentang penting memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai pilihan bernegara kita," kata dia.
Menurutnya, fakta sejarah ini tetap harus disampaikan kepada peserta didik karena tak dipungkiri sudah menjadi bagian dari sejarah Islam.
Meski demikian, Ace menekankan bahwa konsep khilafah tidak tepat dan tidak mungkin diterapkan di Indonesia untuk saat ini. Sebab, dalam pendirian bangsa, para pendahulu menyepakati Indonesia menganut sistem pemerintahan Republik dengan dasar negara Pancasila.
"Nah, argumen ini yang seharusnya ditanamkan kepada para anak didik agar mereka memahami tentang penting memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai pilihan bernegara kita," kata dia.
Menurut Ace, Menteri Agama Fachrul Razi tak perlu sampai
menghapus materi sejarah tentang khilafah. Materi tersebut tetap perlu dimuat
dengan dilengkapi pengertian bahwa Indonesia tidak bisa menerapkan sistem
khilafah.
"Kami di Pesantren dulu belajar tentang konsep fiqh siyasi (fiqih politik) yang mengacu pada Kitab Ahkam
Al-Sultoniyah karangan Imam Mawardi yang memuat tentang konsep politik
khilafah. Bukan berarti kami mengikuti ajaran itu karena itu tidak mungkin
diterapkan dalam sistem politik saat ini," imbuhnya.
Ace juga mengkritik Menteri Agama yang ingin merevisi topik
jihad dalam pelajaran agama Islam. Menurutnya, ayat perang atau jihad merupakan
salah satu doktrin Islam.
Ia berpandangan makna jihad tersebut seharusnya tak
ditafsirkan secara ekstrem. Menurutnya, konsep jihad harus menekankan pada
aspek spiritualitas agama yang menyejukkan ketimbang ditafsirkan seperti
pemahaman kelompok radikal.
"Jadi yang seharusnya dikedepankan adalah kemampuan para
pendidik untuk menjelaskan tentang konsep kenapa kita menerapkan sistem
kenegaraan kita saat ini dimana Pancasila dan NKRI sebagai pilihan yang tepat
dan keharusan kita mengedepankan moderasi beragama," kata Ace.
(cnnindonesia)


0 Komentar