“Yerusalem adalah gelar identitas nasional kita, lambang peradaban bagi bangsa, jangkar politik untuk perjuangan Palestina dan perlawanan kita terhadap pendudukan sampai pembebasan kembali,” kata Murra pada Sabtu (7/12), Palinfo melaporkan.
Ia menekankan, keputusan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem adalah batal demi hukum dan tidak pernah dapat mengubah status, lokasi serta sejarah Yerusalem.
Pejabat Hamas menegaskan, semua bentuk perlawanan terhadap pendudukan akan terus berlanjut untuk membebaskan Yerusalem, melindungi keberadaan penduduk asli dan mendukung keteguhan mereka.(T/SSH/KMH)


0 Komentar