Oleh Abu Haifa
TSAQOFAH.COM - Sebagai manusia yang sempurna, maka salah
dan dosa seringkali dilakukan manusia. Tidak disebut sempurna manusia jika ia
tak pernah melakukan dosa dan kesalahan. Hanya Malaikat saja yang tidak pernah
melakukan dosa dan kesalahan.
Karena manusia seringkali berbuat dosa
dan maksiat, maka janganlah ia merasa berputus asa, sebab ampunan Allah Ta’ala
kepada hamba-Nya berbuat dosa dan maksiat begitu luas. Terkait luasnya ampunan
Allah Ta’ala ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ
رَسُولَ اللهِ يَقُولُ: قَالَ اللهُ تَعَالَى: ( يَا ابْنَ آَدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوتَنِيْ
وَرَجَوتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلا أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آَدَمَ
لَو بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ استَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ،
يَا ابْنَ آَدَمَ إِنَّكَ لَو أَتَيْتَنِيْ بِقِرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لقِيْتَنِيْ
لاَتُشْرِك بِيْ شَيْئَاً لأَتَيْتُكَ بِقِرَابِهَا مَغفِرَةً ) – رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحَيْحٌ
Dari Anas
radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala telah berfirman, “Wahai anak Adam,
selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu
dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi
langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu.
Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi,
tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang
kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi, Hadits
hasan shahih). (Tirmidzi no. 3540)
Hadis ini berisikan
kabar gembira, belas kasih dan kemurahan yang besar dari Allah Ta’ala. Tidak terhitung
banyaknya karunia, kebaikan, belas kasih dan pemberian Allah kepada hamba-Nya.
Yang semakna dengan Hadis ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Allah
lebih bergembira atas tobat seorang hamba-Nya daripada (kegembiraan) seseorang
di antara kamu yang menemukan kembali hewannya yang hilang.”
Dari Abu Ayyub
ketika ia hendak wafat ia berkata, “Saya telah merahasiakan dari kalian sesuatu
yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu saya
mendengar beliau bersabda, “Sekiranya kamu sekalian tidak mau berbuat dosa,
niscaya Allah akan menggantinya dengan makhluk lain yang mau berbuat dosa, lalu
Allah memberi ampun kepada mereka.”
Hadis lain lagi yang
semakna dengan Hadis di atas adalah, sabda beliau, “Wahai anak Adam, selagi
engkau meminta dan berharap kepada-Ku” semakna dengan sabda beliau, “Aku
senantiasa mengikuti anggapan hamba-Ku kepada-Ku. Oleh karena itu, hendaknya ia
mempunyai anggapan kepada-Ku sesuai kesukaannya.”
Telah disebutkan,
bila seorang hamba (manusia) telah berbuat dosa kemudian menyesal, misalnya
dengan mengatakan, “Wahai Tuhanku, aku telah berbuat dosa, karena itu
ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku kecuali Engkau.” Maka
Allah akan menjawab, “Hamba-Ku mengakui bahwa dia mempunyai Tuhan yang
mengampuni dosanya dan menghukum kesalahannya, karena itu Aku persaksikan
kepada kamu sekalian bahwa Aku telah memberikan ampunan kepadanya.”
Kemudian hamba itu berbuat seperti itu kedua atau ketiga kalinya, lalu Allah
menjawab seperti itu setiap kali terulang kejadian itu. Kemudian Allah
berfirman, “Berbuatlah sesukamu, karena Aku telah mengampuni kamu”
maksudnya ketika kamu berbuat dosa kemudian kamu mohon ampun.
Tiga Syarat Tobat
Syarat bertobat itu ada tiga, yaitu
meninggalkan perbuatan maksiatnya, menyesali yang sudah terjadi dan bertekad
tidak akan mengulangi. Jika kesalahan itu berkaitan dengan sesama manusia, maka
hendaklah ia segera menunaikan apa yang menjadi hak orang lain atau minta
dihalalkan. Jika berkaitan dengan Allah, sedangkan di dalam urusan tersebut ada
sanksi kafarat, maka hendaklah ia segera menunaikan pembayaran kafarat. Ini
adalah syarat keempat. Sekiranya seseorang mengulangi dosanya berkali-kali
dalam satu hari dan ia melakukan tibat sesuai dengan syarat tersebut, maka
Allah akan mengampuni dosanya.
Sabda beliau (Allah
berfirman), “Maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi”
maksudnya engkau mengulangi perbuatan dosa kamu dan Aku tidak mempermasalahkan
dosa-dosamu itu.
Sabda beliau (Allah
berfirman), “Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila
engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu” maksudnya
adalah sekiranya dosa beberapa orang dikumpulkan, kemudian memenuhi ruang
antara langit dan bumi. Hal ini menunjukkan seberapa pun besarnya dosa, tetapi
kemurahan, belas kasih Allah pengampunan-Nya jauh lebih luas dan lebih besar,
sehingga tidak berimbang antara dosa dan pengampunan dan siat keagungan Allah
ini tidak terhingga, sehingga dosa yang memenuhi alam ini tidak mengalahkan
sifat pemurah dan pengampunan-Nya.
Sabda beliau (Allah
berfirman), “Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa
sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya
Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula” maksudnya
adalah engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sebesar bumi.
Kalimat “kemudian
engkau menemui Aku” maksudnya engkau mati dalam keadaan beriman, tanpa sedikit
pun menyekutukan Aku dengan apa pun tiada rasa senang bagi orang mukmin yang
melebihi rasa senangnya saat ia bertemu Tuhannya. Allah berfirman, “Sungguh,
Allah tidak mengampuni orang yang menyekutukan-Nya, tetapi mengampuni dosa
selain dari itu kepada siapa yang dikehendaki.” (Qs. 4 : 48)
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah dikatakan terus-menerus
berbuat dosa orang yang mau meminta ampun, sekalipun dia mengulangi tujuh puluh
kali dalam sehari.”
Abu Hurairah berkata,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mempunyai anggapan baik
kepada Allah termasuk beribadah yang baik kepada Allah.” Wallahua’lam.(berbagai sumber)


0 Komentar