Tasikmalaya, TSAQOFAH.COM – Dai Jama’ah Muslimin Ade Taqiyuddin
mengatakan, bahwa Syuban (pemuda)
dapat meneladani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai
wirausahaan atau pedagang yang dalam ajaran Islam sangat dianjurkan.
“Wirausaha merupakan aspek kehidupan yang dikelompokan ke dalam
masalah muamalah yaitu
masalah yang berkenaan dengan hubungan bersifat horisontal (hubungan
antar manusia) tetap akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat, di hadapan
Allah Subhanahu Wa Ta’ala,”
kata Taqiyuddin dalam acara Tadrib Syuban Super Camp 2019 Tasikmalaya,
di Perkemahan Bumi Batu Mahpar, Singaparna, Rabu (1/1).
Ia juga mengatakan, Allah memerintahkan umat manusia untuk
memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik serta diperintahkan
berusaha mencari rezeki yang halal.
“Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk melakukan wirausaha.
Banyak ditemukan ayat atau hadits yang mendorong ummat Islam untuk
berwirausaha,” kata Taqiyuddin yang juga seorang pengusaha makanan di
Singaparna.
Misalnya katanya, keutamaan berdagang seperti disebutkan dalam
hadts yang artinya; Perhatikan olehmu sekalian
tentang perdagangan. Sesungguhnya di dunia perdagangan itu ada 9 dari 10 pintu
rezeki” .
“Kemudian Rasulullah
pernah ditanya oleh para sahabat pekerjaan apa yang paling baik, ya Rasulullah?
Beliau menjawab; Seorang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual
beli yang bersih”.
Ia juga mengutip ayat Quran, Apabila shalat telah
ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia (rizki)
Alloh. (QS Al Jumu’ah : 10)
Ia berharap peserta Tadrib Syuban Super Camp 2019 bisa
meneladani salah satu sifat Rasul yakni menjadi wirausaha yang profesional dan
kompeten (Fathonah), Trustworthy atau dapat
dipercaya (Amanah), Jujur dan integritas (Siddiq), Visioner dan Komunikatif
(Tabligh). (minanews.net)


0 Komentar