Oleh: Siti Sa'adah
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI Al-Fatah)
Tsaqofah.com - Apa itu Valenitne?Valentine di artikan dengan hari
kasih sayang yang diperingati setiap tahun, tepatnya pada 14 Februari, seluruh dunia sudah mengenal hari valentine. Hari tersebut
dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang.
Sehingga valentine’s day biasa disebut pula
dengan hari kasih sayang dan tidak lupa dengan hadiah seperti;
memberi chocolate, Bunga dan hadiah-hadiah lainnya agar berkesan lebih romantis
bagi sepasang kekasih.
Bagi pengusaha mereka akan memanfaatkan momen-momen seperti
hari valentine,untuk menaikan omset dengan menjual berbagai parian coklat dan
bunga tentunya akan banyak di cari dengan berbagai promo harga untuk menarik
perhatian konsumen yang akan merayakan valintine,tapi bagaimana dengan umat
muslim menanggapi hari valentine?
Indonesia yang merupakan mayoritas muslim penduduknya,jarang
ditemukan perayaan hari valentine,karena sebagian para tokoh di indonesia
melarang akan hari perayaan tersebut dan lebih memilih untuk menolak kebudayaan
barat yang tak sesuai dengan ajaran islam.
Dengan kondisi muslim saat ini tidak hanya masalah
perpecahan umat dan perebutan kekuasaan, tapi dengan datangnya budaya–budaya
barat bisa mempengaruhi keimanan seseorang, terutama bagi pemuda-pemudi
yang mudah terpengaruh dengan budaya asing, salah satunya seperti
Valentine, mereka bahkan ikut merayakan dan sudah menjadi seperti
kebiasaan untuk merayakannya.
Apakah ada sejaranya umat muslim merayakan hari valintine?Setelah
kita membaca artikel ini dengan tuntas,kita mendapatkan pengetahuan bagai mana
kita sebagai seorang muslim harus menyikapi hari tersebut setelah mengetahui
sejarah atauasal-usul yang bisa di lihat di sosial media ataupuninternet,terkait
sejarah Valentine’s Day,yang isi nya di jelaskan bahwa: Valentine’s Day
berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan
kesyirikan.
Upacara Romawi Kuno yang akhirnya dirubah menjadi
hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus
Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah
peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St.
Valentine.
Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh
nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.Pada perkembangannya
di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari
kasih sayang”. ritual paganisme.
Tidak sepatut nya kaum muslim mengikuti dan ikut
merayakan hari valentine’s day,padahal sudah terlihat jelas kalau valentin’s
Day adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.Agama
Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir,seperti yang sujah dijelaskan dalam al-qur’an surat
Al-furqon ayat 72.
Allah ta’ala berfirman:
Ùˆَالَّذِينَ
Ù„َا ÙŠَØ´ْÙ‡َدُونَ الزُّورَ ÙˆَØ¥ِذَا Ù…َرُّوا بِاللَّغْÙˆِ Ù…َرُّوا Ùƒِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan
zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan
perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga
kehormatan dirinya.” (QS. Al
Furqon [25]: 72)
Untuk merayakan hari seperti itu pastinya akan mengeluarkan
uang untuk membeli hadiah seperti: kado, bunga, chocolate dan
hadiah-hadiah lainya, sebagai seorang muslim yang baik kita perlu menyalurkan
sebagian rezeki yang kita miliki untuk hal-hal yang lebih positif seperti: bersedekah
membantu orang yang kurang mampu dan membutuhkan pertolongan, atau bahkan
menyalurkan kasih sayang yang kita miliki terhadap anak yatim dan piatu jika
kita melakukan semua itu, justru kita akan mendapat pahala dari Allah
semata-mata dalam mencari ke ridhoanya di jalan-Nya. Seperti dalam al-Qur’an yang dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 27 Allah
berfirman:
Ùˆَلا
تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا Ø¥ِÙ†َّ الْÙ…ُبَذِّرِينَ Ùƒَانُوا Ø¥ِØ®ْÙˆَانَ الشَّÙŠَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu)
secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).
Kasih sayang akan selalu dibutuhkan bagi semua insan yang
ada dimuka bumi ini, kesadaran kita akan saling menghormati antara sesama untuk
menumbuhkan keharmonisan dalam hidup yang lebih rukun dan damai, tentunya
dengan pengetahuan dan ilmu yang perlu kita pahami akan menjadikan pedoman
memperkuat keyakinan kita dalam beribadah.
Ungkapan kasih sayang bukan hanya setahun sekali, tapi
setiap kali kita akan membutuhkannya, bukan hanya sebatas coklat dan seikat bunga, kasih sayang merupakan simbol untuk
menjaga ikatan silaturahim agar tetap terjaga yang akan timbul rasa empati
untuk saling berbagi.
Keteguhan dan keimanan bagi setiap muslim sangatlah diperlu,
tidak hanya sekedar mengeahui tapi juga bertindak
untuk mengajak pemuda-pemudi berjuang di jalan Allah dan membela agama Allah.
Dengan memulai dari hal-hal yang kecil seperti
siasat-siasat yang mereka lakukan ke pada kita halnya seperti Valentine’s Day
untuk tidak mengikuti bahkan men stopkan hari Valentine’s Day jauh lebih
bermanfaat di banding kita mengikuti apa yang akan
menjerumuskan kita ke dalam api neraka-Nya Allah SWT. (SS/MH)


0 Komentar