TSAQOFAH.COM - Alhamdulillah, islam adalah agama yang sempurna. Tidak ada sesuatupun
yang tidak diatur dalam Al Quran dan As Sunnah. Lalu bagaimana kita sebagai
muslim seharusnya menghadapi penyebaran wabah penyakit baru ini ? Apa solusi
dari Al Quran dan As Sunnah mengenai virus korona ? disini kami memberikan 10
solusi dari AL Quran dan Sunnah untuk menghadapi virus corona.
PERTAMA : Mengkarantina diri sendiri. Yaitu, menahan diri dari berpergian jika tidak ada keperluan yang
sangat penting. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko tertular dari orang
lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian
memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian
tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” [HR. Bukhari]
Jika tempat kita tinggal adalah sumber penyebaran virus, maka tidak
berpergian ke luar wilayah adalah hal yang bijaksana agar kita tidak menularkan
virusnya ke kota lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh memberi mudharat (kepada orang lain) dan tidak boleh
saling menimpakan mudharat satu sama lain.” [HR Ibnu Majah]
KEDUA : Menutup wajah dengan tangan atau kain saat bersin.
Salah satu adab dalam islam adalah menutup wajah saat bersin. Hal ini
karena saat bersin, terdapat sejumlah tetesan cairan yang keluar dari saluran
pernapasan kita yang mengandung bakteri atau virus. Virus ini akan menyebar
ketika tetesan kecil ini masuk ke dalam mata, hidung, atau mulut orang lain, sehingga,
menutup wajah bisa mengurangi penyebaran bakteri dan virus ke orang lain serta
lingkungan sekitar
Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Nabi Saw ketika bersin, beliau menutup wajahnya dengan
tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Al-Tirmidzi]
KETIGA : Mencuci tangan saat berwudhu, sebelum tidur malam dan saat
bangun di pagi hari.
Air liur atau tetesan bersin dari orang – orang yang terinfeksi bakteri
atau virus terkadang menempel di benda – benda seperti pegangan kereta atau
bus, tombol lift, pegangan tangga, mouse, gagang pintu dan lain – lain. Saat
kita memegang benda – benda tersebut maka bakteri dan virus yang ada di
permukaan benda – benda itu akan berpindah ke tangan kita. Virus korona tidak
membahayakan jika hanya menempel pada tangan kita, namun jika kita mengusap
wajah atau makan dengan tangan tersebut, maka virus dapat masuk ke saluran
pernafasan kita dan menimbulkan penyakit. Maka rajinlah cuci tangan dengan
sabun untuk mengusir bakteri dan virus – virus jahat yang menempel pada tangan
kita.
Mencuci tangan dalam islam termasuk sunnah saat berwudhu, saat akan
tidur malam dan saat bangun tidur di pagi hari.
Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua
rakaat dengan khusyuk, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah
lalu”. [HR. Bukhari dan Muslim]
Ustman bin Affan r.a menjelaskan bahwa “berwudhu seperti wudhuku ini”
maksudnya adalah membasuh telapak tangan 3 kali, lalu berkumur dan memasukkan
air ke hidung, lalu membasuh wajah 3 kali dan seterusnya sampai membasuh kaki.
Cara membasuh telapak tangan yang benar saat berwudhu atau mandi besar adalah
membasuh mulai dari punggung tangan, telapak tangan hingga ke sela – sela jari.
Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa tertidur dan di tangannya terdapat lemak (kotoran) dan dia
belum mencucinya lalu dia tertimpa oleh sesuatu, maka janganlah dia mencela
melainkan dirinya sendiri.” [HR. Abu Daud]
Saat seharian beraktifitas, tangan kita bisa saja membawa bakteri dan
virus. Saat tertidur, seseorang tidak akan sadar bagian tubuh mana yang dia
sentuh, bisa saja dia menyentuh hidung atau mulutnya yang menyebabkan virus
dapat masuk ke dalam tubuh, Maka, Rasulullah memerintahkan untuk mencuci tangan
juga sebelum tidur.
Nabi SAW bersabda, “Jika seseorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaklah mencuci
kedua (telapak) tangannya sebelum memasukkannya ke dalam bejana tiga kali,
karena sesungguhnya seseorang dari kalian tidak mengetahui ke mana tangannya
bermalam.” [HR Al-Bukhari].
Maksud dari seseorang dari kalian tidak mengetahui kemana tangannya
bermalam adalah kita tidak akan sadar apa saja yang disentuh oleh tangan kita
saat tidur. Bisa saja kita memegang alat vital atau bagian tubuh kotor lainnya
atau mungkin tangan kita dihinggapi serangga yang kotor, sehingga Rasulullah
saw memerintahkan untuk mencuci tangan sebelum memasukkan ke bejana alias berwudhu
untuk sholat malam atau sholat subuh.
Selain itu jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum makan. Walaupun
hadits mengenai cuci tangan sebelum makan dilemahkan oleh ulama, namun ulama
tetap menyarankannya apabila tangan kita kotor, apalagi dalam kondisi wabah
seperti saat ini.
KEEMPAT : Makan makanan yang halal dan baik
Allah SWT berfirman yang artinya, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang
terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.”
[Q.S Al Baqarah (2) : 168]
Banyak jenis makanan yang Allah haramkan terbukti secara ilmiah
menyebabkan banyak penyakit seperti darah, bangkai, daging babi, minuman keras
dan lain – lain. Karena itu Al Quran menegaskan kepada muslim untuk hanya
memakan apa yang dihalalkan oleh Allah dan juga makanan yang baik. Yang
dimaksud makanan baik adalah makanan halal yang diolah dengan memperhatikan
kebersihannya serta bukan merupakan pantangan dari penyakit yang kita derita.
Nabi SAW bersabda, “Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk..” [Q.S Al A’raf (7): 157]
KELIMA : Jangan lewatkan istinsyaq dan istintsar saat berwudhu
Istinsyaq adalah menghirup air dalam – dalam sampai ke pangkal hidung
sehingga terasa air masuk kedalam hidung, sedangkan istintsar yaitu mengeluarkan
air tersebut dengan kuat dari hidung.
Rasulullah SAW bersabda, “Sempurnakanlah wudhu, usaplah sela-sela jari dan beristinsyaqlah
kecuali jika engkau sedang berpuasa.” [HR Ahmad]
Menurut dr. Hardisman, MHID, PhD, Dosen Fakultas Kedokteran Unand,
istinsyaq dan istintsar dapat memberikan manfaat dalam pencegahan gangguan pada
hidung dan saluran pernafasan. Namun pastikan tatacaranya sesuai sunnah dan air
yang digunakan untuk berwudhu pun juga sesuai sunnah yakni bersih, suci dan
mensucikan.
KEENAM : Tingkatkan daya tahan tubuh dengan herbal yang disunnahkan
Ada beberapa bahan yang secara khusus disebutkan dalam Al Quran maupun
hadits memiliki khasiat untuk kesehatan. Yang pertama adalah madu.
Allah SWT berfirman yang artinya, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam
warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” [Q.S An Nahl (16) : 69]
Sistem kekebalan yang lemah bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit
berbahaya. Nutrisi yang terkandung di dalam madu mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh
dengan baik.
Bahan lain yang juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh adalah
habatussauda alias jintan hitam.
Nabi SAW bersabda, “Sungguh dalam jintan hitam itu terdapat penyembuh segala penyakit,
kecuali kematian.” [HR. Bukhari]
Selain 2 bahan yang disebut dalam al quran dan hadits, Beberapa
peneliti di Indonesia menyarankan untuk mengkonsumsi beberapa herbal seperti
kunyit dan jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi efek negatif
dari virus corona.
KETUJUH : Perbanyak doa dan dzikir.
Langkah – langkah yang sudah disebutkan sebelumnya adalah bentuk dari
ikhtiar kita sebagai manusia. Namun bagaimanapun, segala sesuatu terjadi atas
kehendak Allah. Maka perbanyaklah berdoa untuk memohon perlindungan kepada
Allah. Di antara doa yang disunnahkan saat terjadi wabah penyakit adalah doa
berikut :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ
، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra,
dan dari penyakit jelek lainnya.” [HR. Abu Daud]
Selain doa tersebut, seorang muslim juga disunnahkan untuk melakukan
dzikir pagi dan petang .
“Tidaklah seorang hamba membaca di setiap pagi dan sore hari,
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ
اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ
"Sebanyak tiga kali melainkan tidak ada satupun yang dapat membahayakannya."
[HR. At Tirmidzi]
KEDELAPAN : Taubat
Nabi SAW bersabda, "Tidaklah perbuatan keji (yaitu zina) di suatu kaum dilakukan secara
terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah dan
penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.” [HR. Ibnu Majah]
Bagaimanapun tersebarnya wabah penyakit yang belum pernah ada sebelumnya
adalah karena dosa-dosa kita, oleh karenanya perbanyaklah istigfar kepada
Allah. Kita tahu bahwa di dunia ini, zina sudah bukan barang langka lagi,
bahkan banyak sekali orang yang tidak malu mengakui dirinya telah berzina.
Karena itu tersebarnya virus korona adalah teguran bagi kita semua, untuk lebih
menjaga diri dan keturunan kita dari maksiat terutama zina dan agar tidak
berhenti untuk nahi mungkar memerangi zina di lingkungan kita.
KESEMBILAN : Tawakal kepada Allah
Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hakikat tawakal adalah hati
benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat dan
menolak mudhorot dari urusan-urusan dunia dan akhirat.”
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan bahwa cinta dunia dan
takut mati adalah sebuah penyakit yang akan menjangkiti umat muslim di akhir
jaman. Artinya seorang muslim harusnya tidaklah takut kepada kematian dan
mempersiapkan sebanyak–banyaknya bekal untuk menghadapi kematian.
Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah,
sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” [QS Ali Imran : 145]
Di ayat lain, Allah berfirman yang artinya, “Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang memperdaya.” [QS Ali Imran : 185]
Kecintaan terhadap dunia dan takut mati adalah sebab seseorang bereaksi
cemas berlebihan akan adanya wabah penyakit. Setelah berusaha sebaik mungkin
dan berdoa, kita sebagai muslim cukup pasrah dan bertawakal kepada Allah, dengan
begitu hati kita akan lebih tenang.
Nabi SAW bersabda, “Seorang Sahabat bertanya kepada Rasulullah, ‘Siapa di antara
orang-orang mukmin yang paling pandai?’ Rasul menjawab, ‘Yaitu orang paling
banyak mengingat kematian, dan yang paling siap menghadapi kematian. Itulah
orang-orang yang pandai.” [HR. Ibnu Majah]
KESEPULUH : Jangan mengambil kesempatan dalam kesusahan orang lain.
Dengan merebaknya kasus virus korona, sayangnya ada banyak pihak yang
memanfaatkan momen ini untuk mengambil keuntungan mulai dari menjual masker
palsu serta menimbun masker lalu menaikkan harganya sampai melewati batas
normal. Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.”
[HR. Muslim]
Sebaliknya, bagi siapa saja yang berdagang tidak hanya menginginkan
keuntungan duniawi namun juga ridho Allah SWT, maka dia tidak akan menaikkan
harga di luar batas kewajaran. Nabi SAW, bersabda, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti
Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa
yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di
dunia dan di akhirat” [HR. Muslim]
Itulah tadi 10 solusi dari Al Quran dan Sunnah untuk menghadapi virus
corona . Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat jangan lupa untuk
membagikannya ke teman dan keluarga Anda. Wallahu a’lam bishowab. (sumber:Islamopediateam)


0 Komentar