TSAQOFAH.COM - Sahabat Quran yang dimuliakan Allah SWT,
tentunya kita sebagai umat Islam senantiasa berusaha untuk selalu dekat dengan
Al Quran. Setiap hari, kita akan selalu berusaha untuk selalu ber-akrab ria
dengan Al Quran. Minimal membacanya, syukur alhamdulillah kalau kita lanjut
dengan menghafal dan memahami makna kandungan ayat-ayat suci Al Quran tersebut.
Bahkan sebagian dari kita, juga sudah
mulai belajar untuk menguasai langgam bacaan Al Quran, seperti layaknya para
qori yang sering kita dengar di berbagai media online saat ini. Mulai dari qori
timur tengah seperti As-Sudais, Mishari Alafasyi, Al-Ghamidi dan lain
sebagainya, hingga qori-qori dalam negeri yang juga populer seperti H. Muammar
ZA, Muzammil Hasballah, Taqy Malik dan lain-lain.
Even-even membaca Al Quran pun sudah
sering sahabat dengar dalam keseharian, mulai dari lomba baca Quran, komunitas
baca quran atau tadabbur Quran, dan berbagai kegiatan yang terkait dengan
aktifitas membaca Al Quran, serta gerakan-gerakan yang mengkampanyekan membaca
Al Quran.
Tapi pernahkah sahabat mendengar tentang
kegiatan menulis Al Quran?
Sepertinya tidak banyak orang tahu
apalagi melakukan aktifitas ini dalam kesehariannya. Mungkin hanya orang-orang
tertentu, dalam lingkungan tertentu saja yang melakukannya. Seperti lingkungan
pendidikan agama atau pesantren serta lembaga pendidikan Quran.
Mengapa demikian? Tentu karena
kurangnya informasi dan publikasi serta edukasi tentang manfaat dari aktifitas
yang satu ini. Padahal aktifitas menulis ayat-ayat Al Quran sesungguhnya
menyimpan manfaat dan faedah serta keutamaan yang luar biasa.
Apa aja manfaat dan faedahnya? Yuk baca 10 manfaat dan keutamaan dari aktifitas
menulis ayat-ayat Al Quran di bawah ini :
1. Memperkuat Hafalan dan Daya Ingat
Kekuatan daya ingat manusia itu lemah
dan memiliki keterbatasan, oleh karenanya salah satu cara untuk memperkuatnya
adalah dengan menulis. Sebagaimana sabda
Rasulullah SAW,
قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ
“Ikatlah ilmu dengan dengan
menulisnya.” (Silsilah Ash-Shahiihah
no. 2026).
Bahkan beliau memerintahkan sebagian
sahabatnya, salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amr untuk menulis ilmu. Beliau
bersabda kepadanya:
اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ
“Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada
di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran.” (HR. Ahmad 2/164 & 192, Al-Haakim 1/105-106,
shahih).
2. Melatih Berpikir Sistematis
Aktifitas menulis merupakan rangkaian
dari proses yang terjadi secara berurutan dan sistematis. Pertama adalah proses
membaca, baru kemudian diikuti dengan proses menulis. Tanpa proses membaca
terlebih dahulu, tak mungkin seseorang bisa melakukan aktifitas menulis.
Proses membaca adalah proses
mengidentifikasi permasalahan, sementara proses menulis adalah proses pemecahan
masalah. Sehingga tanpa disadari, membiasakan dalam aktifitas menulis, secara
otomatis akan membentuk pola pikir yang sistematis dalam otak manusia.
3. Menyeimbangkan Penggunaan Otak
Kiri dan Otak Kanan
Manusia terlahir dengan fitrahnya
memiliki kecenderungan penggunaan secara lebih banyak pada salah satu belahan
bagian otak. Entah itu belahan otak bagian kiri atau belahan otak bagian kanan.
Otak bagian kiri, adalah bagian dari otak manusia, yang bertugas untuk mengurus
hal-hal yang terkait dengan logika, dan hitungan matematika. Jika kita ingin
mengungkapkan sebuah fakta, otak kiri akan menariknya dari memori kita.
Sementara belahan otak kanan oleh para
pakar ilmu manajemen otak (brain management), dikaitkan dengan kerja otak yang
bertanggung jawab atas hal-hal yang bersifat abtrak dan kreatif. Manusia yang
unggul adalah yang mampu menggunakan fungsi otak kiri dan kanannya secara
optimal.
Aktifitas menulis disinyalir oleh para
ilmuwan akan dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan secara maksimal,
hingga kesehatan otak pun terjaga. Membaca yang merupakan proses
pengidentifikasian masalah lebih memfungsikan otak kiri, sementara menulis, sebagai
proses pemecahan masalah akan lebih mengoptimalkan fungsi otak kanan.
Membiasakan diri melakukan aktifitas menulis akan merangsang pemanfaatan otak
kiri dan otak kanan secara seimbang.
Menulis ayat-ayat Al Quran yang
menggunakan bahasa Arab, membuat koordinasi otak kiri dan otak kanan semakin
baik. Gerakan menulis huruf arab yang berbeda dengan tulisan latin, yaitu dari
kanan ke kiri serta meletakkan tanda harokat dari atas ke bawah, yang
didominasi oleh otak kanan, akan menyeimbangkan aktifitas fungsi otak kiri.
4. Melatih Kreatifitas
Menulis ayat-ayat Al Quran dalam bahasa
Arab tentu beda dengan tulisan Indonesia. Ini juga akan melatih kita menjadi
lebih kreatif dan memiliki gaya sendiri dalam menulis.
5. Mendatangkan Ketenangan dan
Ketundukkan Pada Allah SWT
Menulis Al Quran memiliki pengaruh
terhadap psikis seseorang. Al Quran sebagai nuur, tentu akan mendatangkan
sakinah (ketenangan) bagi pembacanya apalagi penulisnya. Lebih dahsyat lagi
jika mampu memahami artinya.
Stimulus pada saat melakukan aktifitas
menulis Al Quran, yang dilakukan secara terus menerus, menyebabkan adanya
perasaan tunduk dan taat atas perintah Allah. Karena adanya keterlibatan aktif
antara tangan, mata, telinga, mulut dan otak saat menulis kata-perkata kalam
suci.
6. Meningkatkan Kemampuan Kognitif
Ini bukan rahasia lagi, bahwa umumnya
para penghafal Al Quran, apalagi yang rutin menuliskan ayat-ayat Al Quran akan
terlihat lebih cerdas dan berprestasi di sekolah, kampus atau tempat kerjanya.
7. Menghayati Sejarah
Ketika menulis ayat-ayat Al Quran maka
akan terasa benar bagaimana dahulu seorang sahabat nabi, Zaid bin Tsabit
menjadi penulis Al Quran pertama kali, pada akhir Ramadhan di jaman Khalifah
Abu Bakar Siddiq, untuk memastikan ayat-ayat Al Quran terdokumentasikan.
Begitu pula akan terbayangkan bagaimana
proses penulisan Al Quran, dan pembuatan mushaf pertama kali pada masa sahabat
Utsman bin Affan, terjadi. Hal ini akan
membuat kecintaan pada Al Quran semakin besar, karena rasa khusyu’ dan ta’jub
kita, serasa terbawa ke masa lalu.
8. Membentuk Pribadi Misioner
Metode yang saat ini banyak digunakan
untuk berlatih menulis Al Quran, adalah melalui metode menulis mengikuti sketsa
ayat Al Quran yang telah ditulis tipis pada mushaf tulis Al Quran. Metode yang
dikenal dengan istilah Follow The Line ini, secara harfiah berarti “mengikuti
garis”. Metode Follow The Line adalah cara belajar menulis Al Quran
dengan cara menebalkan huruf-huruf Al Quran yang dicetak samar.
Proses pembelajaran menulis ayat Al
Quran adalah dengan menulis huruf mengikuti garis-garis yang sudah disediakan.
Satu ayat yang berhasil ditebalkan ternyata dapat memberikan satu kecerdasan
pada penulisnya, mereka dapat lebih mudah menghafal Al Quran.
Bagi seorang pembelajar menulis ayat Al
Quran, dengan metode ini maka tak ada pilihan lain, kecuali mengikuti garis
yang telah ditentukan, dan tak ada jalan terbaik kecuali mengikuti yang sudah
pasti baik dan benarnya.
Al Quran adalah Kalamulloh, maka dalam
kerangka kegiatan menulis ayat-ayat Al Quran ini, bisa diasumsikan sebagai
melanggengkan “maksud” Allah SWT untuk diri kita.
Berbuat sesuatu (bergerak, berikhtiar)
untuk mencapai impian. Memiliki kebiasaan menulis Al Quran akan berakibat pada
pola pikir bahwa mencapai tujuan yang kita inginkan itu adalah sesuatu
keniscayaan, asalkan mau melangkah/berikhtiar/bergerak untuk mencapai tujuan
tersebut. Layaknya menulis, maka tujuan hidup sebenarnya adalah rangkaian dari
hal-hal sederhana seperti tulisan.
9. Berlatih Untuk Teliti
Saat menulis Al Quran dibutuhkan
ketelitian, sehingga ketika seseorang sudah teruji kebenarannya dalam menulis
Al Quran, maka tidak diragukan lagi ketelitiannya dalam segala hal.
10. Melatih Pribadi Menjadi Shidiq
& Amanah
Secara sistematis proses menulis
ayat-ayat Al Quran akan membentuk pribadi yang benar/shidiq dan
terpercaya/amanah. Mengapa? Karena dalam penulisan ayat Al Quran, apabila
terjadi sedikit saja kesalahan, maka sangat mudah untuk diketahui. Inilah
sebabnya mengapa saat menulis ayat Al Quran, seseorang akan terus berhati-hati,
agar jangan sampai terjadi kesalahan. Melatih kepribadian untuk terus melakukan
sesuatu dengan baik dan benar serta tepat (shidiq).
Karya tulisan tidak dapat dibohongi,
hasilnya adalah nyata dan bukan abstrak seperti membaca. Penyelesaian menulis
Al Quran dengan baik dan benar akan menghasilkan pribadi yang terpercaya
(amanah).
Demikianlah sahabat pondok islami 10
manfaat dan keutamaan menulis ayat-ayat Al Quran. Jadi, sekarang sahabat tidak perlu ragu, untuk meluangkan waktu
memulai kebiasaan menulis Al Quran. Bahkan sahabat dapat mengajak keluarga,
teman dekat, tetangga untuk bersama-sama lebih dekat dengan Al Quran melalui
kebiasaan menulis ayat-ayat Al Quran.
Salah satu produk mushaf Al Quran yang
dapat sahabat gunakan dalam berlatih menulis ayat-ayat Al Quran adalah produk
dari Syaamil Quran, yang diberi nama Mushaf Tulis Syaamil Quran.
(sumber: pondokislami.com)


0 Komentar